Berkat Pemuda Yogya, Irigasi yang Dulu Kumuh Jadi Cantik dengan Ikan Koi

  • Bagikan

Mediatani – Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. 

Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai  pelaku subjek atau air sebagai media objek.

Saluran irigasi sangat penting bagi negara agraris seperti Indonesia. Kualitas air di irigasi menjadi faktor sukses di bidang pertanian. Tapi kadang saluran irigasi malah penuh sampah. Seperti yang terjadi di Yogya ini.

Hal itu lah yang dirasakan warga Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Mereka merasa gerah, irigasi di kampungnya dipenuhi sampah. Lokasi sekitarnya juga banyak digunakan ternak babi yang bikin bau tak sedap.

Para pemuda Karang Taruna Kampung Mrican, di Yogya kemudian membulatkan tekad mengubah irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen menjadi lebih indah dan tak lagi tercemar.

Salah seorang taruna, Andhy Noor Wijanarko mengungkapkan bahwa kampung kumuh itu butuh ide gagasan agar aliran irigasi tidak terus-terusan dialiri sampah, padahal irigasi itu mengairi sawah-sawah hingga ke Bantul.

Setelah melakukan konsolidasi, pada Maret 2019 pemuda-pemuda ini turun ke irigasi. Mereka membersihkan irigasi yang dipenuhi lumpur yang membuat pendangkalan. Irigasi yang tadinya hanya 50 cm bisa dipulihkan menjadi 1 meter kedalamannya.

“Proses dari awal itu kita membentuk ide di karang taruna terus sampai lapangan lokasi merangkul warga sekitar di aliran irigasi. Kedua menyatukan satu visi misi mau bergerak seperti apa to kita,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah merasa irigasi itu telah bersih, mereka memasang 2 sampai 3 jaring sekat untuk menahan sampah. Setelah jaring itu terpasang mereka kemudian berinisiatif menebar benih ikan.

“Ada ide lagi gimana kalau dikasih ikan biar ekosistemnya dapat tumbuh lagi sampai sekarang,” ujarnya.

Mayoritas ikan yang ditebar adalah ikan Nila. Namun, mereka juga menabur ikan koi dan tombro untuk mempermanis irigasi. Semua biaya merupakan hasil iuran pemuda dan warga. Iuran tersebut bersifat seikhlasnya.

“Ini swadaya seikhlasnya warga. Banyak sedikit yang penting ikhlas. Sumber utama adanya swadaya masyarakat,” ujarnya.

Tercatat sudah 4 kali mereka panen ikan. Sekali panen ikan yang dihasilkan mencapai 8,5 kuintal. 

Ikan tersebut dijual kembali, untuk warga setempat harganya lebih miring. Uang kemudian digunakan kembali untuk pembenihan.

Dan tak lama kemudian, irigasi Bendhung Lepen ini pun viral di media sosial. Ketenarannya membuat warga di lain kecamatan berbondong-bondong datang. 

Suasana Irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen

Banyak warga yang datang bersama anak-anaknya dan bermain dengan ikan-ikan di irigasi tersebut.

Untuk menjaga ikan-ikan dari maling pemuda juga memasang CCTV di sepanjang 100 meter irigasi.

Sementara itu, Tari (40) pengunjung asal Wirosaban mengaku senang dengan keberadaan irigasi cantik ini. Selain karena gratis, lokasi yang di dalam kota bisa dia jangkau dengan sepeda motor bersama si buah hatinya.

“Saya sudah dua kali ke sini. Saya dari Wirosaban. Wisata murah meriah. Dikelola ini bagus sekali,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Kampung Mrican, Suradianto menjelaskan langkah para pemuda ini murni gerakan sosial. Namun dia mengakui ekonomi masyarakat tumbuh pasca Bendhung Lepen dikenal publik. Banyak warga yang berjualan makanan di sekitar taman.

“Taman ini program pemerintah PUPR. 2015 itu. Setelah dibangun sudah tidak ada sisi perawatan. Kita visi misi kita di aliran irigasi. Berjalannya waktu proses respons masyarakat di Jogja ternyata banyak yang bilang tempat wisata tapi kita belum tempat wisata sebetulnya,” ujarnya.

“Yang jual warga sekitar ekonomi lumayan bergeliat,” katanya. Dalam satu hari setidaknya ada 300 pengunjung yang datang di kampung tersebut. 

Selain itu, rencananya para pemuda akan memperpanjang budidaya ikan dari 100 meter menjadi 1 KM di aliran irigasi. Para pemuda berharap langkah ini bisa ditiru daerah lain agar terus menjaga ekosistem sungai.

sumber: kumparan

  • Bagikan