Cak Imin : Kalau Tidak Bantu Petani, Bubarkan Saja Bulog

93
views

Mediatani.co — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyarankan, pemerintah untuk membubarkan Badan Usaha Logistik ( Bulog) karena dinilai tidak mampu meningkatkan kesejahteraan Petani.

“Oleh karena itu saya punya ultimatum untuk Bulog, kalau tidak berfungsi bubarkan saja daripada membebani biaya negara,” tegas Cak Imin, sapaan akrabnya, seperti yang dirilis oleh Kompas.com, Minggu (17/12/2017).

Minuman Sehat Untuk Diet

Dia mengatakan, fungsi Bulog yang sekarang sangat berbeda dengan Bulog yang dulu. Bulog yang dulu menurutnya, mampu menopang distribusi dan penyangga pangan para petani sehingga produktivitas petani terjaga serta harga komoditas hasil tani kompetitif.

“Dulu Bulog menjadi badan urusan logisitik menjadi penopang disribusi dan penyangga pangan para petani kita untuk bisa produktif dan punya harga yang kompetitif. Petani sejahtera,” papar dia.

Terkait dengan tantangan soal  produktivitas petani saat ini seharusnya Bulog bisa menangani pemasaran produk-produk pertanian, membeli komoditas pertanian dengan harga layak ketika petani mengalami kesulitas biaya produksi.

“Bagaimana membantu tingkat kompetisi para petani kita. Kalau Bulog gak mampu ya bubarkan saja,” tegasnya.

Dia mengharapkan, Bulog dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yakni sebagai penopang kesejahteraan petani. Akan tetapi, menurutnya hal itu cukup sulit mengingat kondisi Bulog saat ini yang sudah jauh melengseng dari fungsi utamanya.

“Namun akhir-akhir ini Bulog hanya menjadi sub kecil dari kebutuhan kita,” katanya.

Polemik tentang Bulog memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, di pertengahan tahun 2015 lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewacanakan pembubaran Badan Urusan Logistik (Bulog) karena dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan pengelolaan beras.

Begitu juga dengan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang menyarankan agar pemerintah segera membubarkan Perum Bulog, dan membentuk lembaga baru yang fokus menstabilkan harga beras.