Cara Mengatasi Busuk Ujung Buah Tomat

246
views

MediaTani – Penyakit busuk ujung buah (blossom end rot) merupakan penyakit yang ditandai dengan perubahan warna seperti coklat hingga hitam pada ujung buah. Apabila menyerang buah tomat akan menurunkan kualitasnya dan merugikan petani pastinyanya.

Gambar Buah Tomat Yang Mengalami Busuk Pada Ujung Buah

Biasanya menyerang pada saat ukuran tomat sudah mencapai setengah dari ukuran maksimal. Gejalanya muncul sebagai bintik-bintik bulat di bagian pantat buah yang berlawanan dengan ujung pangkal batang dari buah tomat. Bintik coklat ini terlihat seolah direndam air kemudian akan berkembang menjadi hitam dan jika dibiarkan akan membusuk. Jika diraba dengan tangan akan terasa kasar dan diikuti serangan lanjutan dari jamur akibat lembabnya daerah yang berbintik coklat. Akhirnya tomat harus di ambil dan dibuang.

Karena itu sedapat mungkin serangan penyakit ini harus dihindarkan. Salah satu caranya ialah dengan melakukan pemupukan secara berimbang. Sistem pertanian intensif yang disertai pemupukan tidak berimbang sering menyebabkan gejala penyakit fisiologis akibat kekurangan unsur hara tertentu, salah satu di antaranya yang sering ditemukan pada tanaman tomat adalah busuk ujung buah. Penyakit ini sangat merugikan petani tomat, karena dapat menggagalkan panen. Kalaupun bisa, kualitas buah akan sangat menurun sehingga sulit dipasarkan.

Gejala penyakit busuk ujung buah biasanya sudah tampak pada stadium buah muda. Mula-mula terlihat bercak berwarna hijau gelap pada ujung buah tomat. Kemudian berubah menjadi lekuk basah cokelat sampai kehitam-hitaman. Setelah itu ujung buah akan mengkerut, bentuknya pipih, dan daging buah dalam setiap dompolan menjadi busuk basah atau busuk kering serta rusak,

Pada serangan serius buah tomat berubah warnanya lebih awal. Seringkali diikuti infeksi akibat serangan cendawan yang dapat memperparah busuk buah.

Penyebab tomat mengalami busuk buah

 

Kurang Kalsium


Kalsium dibutuhkan dalam konsentrasi yang relatif besar untuk pertumbuhan sel. Ketika buah sedang fase pertumbuhan dan kekurangan kalsium, jaringan akan rusak meninggalkan bekas yang khas di bagian pantat buah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kurangnya unsur hara Ca (Kalsium) yang diperoleh tanaman. Padahal unsur Ca pada tanaman sangat berguna untuk menyusun dinding-dinding sel, pembelahan sel, dan perpanjangan sel. Akibatnya pertumbuhan tanaman dan perkembangan buah tomat terganggu.

Kondisi kurangnya unsur Ca ini mungkin karena tanah kurang menyediakan unsur Ca, atau karena tanah cukup Ca namun tidak diserap oleh akar tanaman akibat tanahnya terlalu basah atau kekeringan. Dapat pula terjadi akibat pemupukan tidak berimbang, terutama tingginya dosis pupuk nitrogen dan kalsium yang dapat mempengaruhi ketersediaan Ca dalam tanah.
Lakukan Pengapuran dan Pemupukan Berimbang, untuk mengatasi serangan penyakit fisiologis ini dianjurkan memilih varietas tomat yang tahan, misalnya saja tomat hibrida variteas Kada. Namun akan lebih baik lagi jika anjuran-anjuran berikut ini dilakukan :

Tips mengatasi busuk buah pada tomat

  • Lakukan pengapuran tanah pada saat pengolahan tanah, terutama lahan yang mudah kekurangan Ca atau pH-nya rendah. Dosis pengapuran disesuaikan dengan angka pH tanah, namun umumnya sekitar 1.000 kg per ha, dicampurkan merata dengan tanah. Kalsit, dolomit, dan zeolit adalah contoh jenis kapur yang dapat digunakan.
  • Lakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran (rekomendasi) setempat. Hindari pemupukan nitrogen dan kalium yang berlebihan, karena dapat mempengaruhi penyerapan unsur Ca.
  • Pengairan (penyiraman) harus merata, jangan membiarkan tanah terlalu basah atau terlalu kering / kekeringan.
  • Bila ditemukan ada gejala awal kurang Ca, segera disemprot dengan CaC12 pada seluruh permukaan daun 5 – 7 hari sekali secara berulang-ulang sampai sembuh. Dosisnya 0,5 – 1,0 % dan tidak boleh dicampur dengan pestisida. Dapat pula disemprot pupuk daun yang kandungan unsur Ca-nya tinggi.
  • Buah tomat yang terserang segera dikumpukan dan dibuang.

Sangat mudah bukan, sampai jumpa dalam artikel selanjutnya. (ilham)