Insect Allies, Pasukan Pentagon untuk Pertanian atau Senjata Biologi?

192
views
Kantor Kementerian Pertahanan AS yang lebih dikenal dengan nama Pentagon
Kantor Kementerian Pertahanan AS yang lebih dikenal dengan nama Pentagon

Mediatani.co – Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon sedang menggelar proyek penelitian yang diberi nama “Insect Allies” atau Sekutu Serangga.

Pasang iklan

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) merupakan penyokong pendanaan proyek ini. Selain itu, proyek ini melibatkan penggunaan teknik pengeditan gen, seperti CRISPR untuk menginfeksi serangga dengan virus yang dimodifikasi yang akan dimanfaatkan agar pertanian di Amerika Serikat menjadi lebih tangguh.

Misalnya, ketika ladang jagung dilanda kekeringan tak terduga atau tiba-tiba terkena patogen, Insect Allies bisa mengerahkan pasukan kutu daun yang membawa virus hasil rekayasa genetika untuk memperlambat laju pertumbuhan tanaman jagung tersebut.

Sebagaimana dilansir oleh situs resmi DARPA, terapi bertarget tersebut bisa berlangsung dalam satu musim tanam. Proyek tersebut diklaim berpotensi melindungi sistem pertanian di AS dari ancaman keamanan pangan seperti penyakit, banjir, musim dingin yang bikin tumbuhan beku.

“Bahkan, ancaman yang dihadirkan oleh negara atau aktor non-negara,” demikian pernyataan DARPA seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Senin (8/10/2018).

Kontroversi Pasukan Serangga Pentagon

Proyek yang digagas Pentagon tersebut kontroversial. Sejumlah orang mempertanyakan apakah pasukan serangga yang membawa virus yang telah dimodifikasi secara genetik memang dimaksudkan untuk menyelamatkan pertanian AS atau sejatinya adalah senjata biologis (bioweapon) yang berpotensi tak terkendali?

Sejumlah anggota komunitas ilmiah juga skeptis. Dalam surat yang dipublikasikan pada Jumat, 5 Oktober 2018 di jurnal Science, tim yang terdiri atas lima ilmuwan menyuarakan kekhawatiran bahwa proyek itu bisa saja dieksploitasi sebagai senjata biologis.

“Menurut pandangan kami, justifikasi yang diajukan tidak cukup jelas. Misalnya, mengapa mereka memakai serangga? Padahal, bisa saja menggunakan sistem penyemprotan,” kata Silja Voeneky, salah satu penulis surat sekaligus dosen hukum internasional di University of Freiburg di Jerman kepada Washington Post.

“Menggunakan serangga sebagai vektor untuk menyebarkan penyakit mirip senjata biologis klasik,” kata dia.