Investor Brasil Gelontorkan Rp 1 T Untuk Peternakan Di Pulau Buru

84
views

MediaTani – Investor Asal Brasil berminat berinvestasi peternakan sapi di Pulau Buru, provinsi Maluku. Tidak tanggung-tanggung, Investor tersebut siap menggelontorkan dana kurang lebih Rp 1 Trilliun. Hal tersebut disampaikan oleh menteri pertanian, Amran Sulaiman seusai melakukan panen raya di desa Waekasar, Kabupaten Buru, Maluku (26/4/2015). Rencana investasi tersebut akan dilakukan di Pulau Buru Utara dan Pulau Buru Selatan, dan diharapkan penandatanganan kerja sama tersebut bisa segera terlaksana pada Senin (27/4).

Ilustrasi Peternakan Sapi Di Australia [dok: ROL]

“Pulau Buru memiliki potensi yang luar biasa, produksi pertanian perlu ditingkatkan. Akan tetapi Pulau Buru juga bagus untuk peternakan, ada investor yang tertarik, mudah-mudahan segera tanda tangan MoU,” kata Amran.

Menurut Menteri Pertanian yang juga Alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini, Untuk di Pulau Buru Utara, setidaknya terdapat kurang lebih ada sebesar 20.000-30.000 hektar luas Areal Penggunaan Lain (APL), sementara untuk di Pulau Buru Selatan kurang lebih seluas 70.000 hektar.

“Kita hitung-hitung tadi tiap 5.000 hektar kurang lebih Rp 100 miliar, jika ada lahan sebesar 100.000 hektar, maka kurang lebih Rp 1 triliun,” tutur Amran.

Amran melanjutkan, saat ini ada beberapa investor yang tengah melirik Pulau Buru untuk investasi peternakan, dua diantaranya berasal dari Brasil, dan juga ada investor lokal. Sementara Australia juga berminat untuk melakukan investasi, namun masih baru memasukkan permohonan.

“Ada lima (yang berminat), ada investor lokal juga. Tapi ini (Brasil) yang kita harapkan, sementara Australia permohonannya baru masuk,” tambah Amran.

Amran menerangkan bahwa Pulau Buru merupakan lokasi yang potensial untuk peternakan sapi. Sementara untuk produksi padi, diharapkan mampu ditingkatkan karena produktivitasnya masih rendah. Menurutnya selama ini, kebutuhan daging sapi masyrakat Indonesia mayoritas dipenuhi dari sapi impor asal Australia. Pada kuartal pertama tahun 2015, Kementerian Perdagangan memberikan kuota impor sapi bakalan sebanyak 100.000 ekor, dengan realisasi pada awal April 2015 lalu mencapai 97.747 ekor.

Sementara untuk semester kedua 2015, Kemendag memberikan kuota mencapai 250.000 ekor sapi bakalan, dengan pertimbangan datangnya bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri, dimana kebutuhan akan daging sapi meningkat. Pada tahun 2015, kebutuhan daging sapi sendiri diproyeksikan mencapai 640.000 ton, atau ada kenaikan sebesar delapan persen jika dibandingkan dengan kebutuhan pada tahun 2014 lalu. (ANT/MT)