Terobosan Kementan, B100 Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan

937
views
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Kegiatan Uji Coba Bahan bakar B100 di Kementerian Pertanian. Senin 15/4/2019
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Kegiatan Uji Coba Bahan bakar B100 di Kementerian Pertanian. Senin 15/4/2019

Mediatani.co – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menggelar uji coba penggunaan Biodisel 100% atau B100 kepada 50 kendaraan dinas dan traktor. Uji coba tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantornya, Senin (15/4/2019).

Pengembangan B100 tersebut telah berlangsung sejak dua tahun yang lalu. Penelitian dibawah kendali Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementan. Amran Sulaiman menjelaskan bahwa uji coba ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu untuk 10 kendaraan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jangkauan per 1 liter B100 mencapai 13,1 kilometer dengan kisaran harga per liter sekitar Rp8.000.

“Kalau solar per 1 liter jangkauannya itu 9,6 kilometer dengan estimasi harga per 1 kilometer itu Rp1.000, [sedangkan dengan] menggunakan B100 nilainya [dalam rupiah] sekitar Rp732 per kilometer,” jelas Amran pada acara soft launching B100 di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Amran melanjutkan B100 yang sudah diujicobakan pada 18 mesin pertanian dan kendaraan menunjukkan bahwa biodiesel ini ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap.

“Jadi, kalau Uni Eropa melakukan protes dan sebagainya terkait dengan sawit, (dengan B100) kita bisa lawan dan manfaatkan CPO kita di dalam negeri (sebagai bahan bakar), ini solusi masa depan yang tepat untuk sawit kita,” lanjutnya.

Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, nantinya B100 yang dikembangkan Kementan itu akan dijual secara komersial. Menurut dia, sudah ada BUMN dan swasta yang menjajaki pengembangan B100 ini.

“Swasta atau BUMN, ada yang menjajaki. Anggarannya ada, pengusaha biasanya cepat,” bebernya saat ditemui di Kementan, Jakarta, Senin (15/4).

Amran Sulaiman menjelaskan, jika masuk tahap komersial, teknologi B100 yang dikembangkan itu akan diserahkan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Nantinya kalau sudah dikomersialkan, kami serahkan ke Kemenperin, kami sudah komunikasi tadi. Dan Menteri ESDM, kami sudah telepon tadi. Beliau juga minta staf kesini,” kata Amran.

Amran Sulaiman menuturkan, 1 liter B100 akan dijual dengan harga sekitar Rp 8.000, lebih murah dibanding Solar nonsubsidi yang seharga Rp 9.000 per liter. Pun 1 liter B100 dapat menempuh jarak 13,1 km, lebih baik dari Solar hanya 9,6 km.

“Harganya sudah murah, juga efisien. Nanti ini secara bertahap akan kami terus kembangkan,” jelasnya.

Kebijakan B100 adalah penggunaan 100% minyak sawit sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar fosil. Saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan B20, dimana 20% minyak sawit digunakan sebagai campuran bahan bakar.