Home / Inspiratif

Jumat, 26 Juni 2015 - 14:56 WIB

200 Hektare Sawah Mengering Di Lampung

MediaTani – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Lampung dalam tiga pekan terakhir. Lebih dari 200-an hektare lahan sawah yang sudah ditanami padi hampir dua bulan di Kabupaten Pringsewu mengering. Bila kondisi kemarau masih berlanjut, dikhawatirkan petani akan gagal panen, karena padinya puso seperti tahun 2012.

Dari pantauan, lahan sawah yang mengering terjadi pada beberapa desa dalam Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Jumat (26/6). Lahan sawah petani sudah mulai retak-retak karena sudah hampir sebulan tidak teraliri air. Sedangkan tanaman padinya yang berusia 30 hingga 45 hari terlihat kurang baik pertumbuhannya.

Para petani mengalami kesulitan untuk mencari air untuk padinya dapat tumbuh subur dan normal, karena kondisi tanah sudah kering kerontang. Kondisi lahan sawah petani di kecamatan tersebut sangat jauh dari sungai dan sumber air sehingga petani kesulitan menempuhnya untuk mendapatkan air.

Baca Juga :   Tanaman Pengusir Nyamuk

Desa yang mengali kekeringan yakni di Tulung Agung, Mataram, dan Tegalsari. Petani setempat berusaha mendapatkan air agar dapat menyirami tanaman padinya dengan rutin. “Kami terpaksa mencari air di sumbernya demi tanaman padi yang sudah satu bulan lebih,” kata Yatno, salah seorang petani di Tegalsari.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pringsewu dapat mengatasi kekeringan dengan mencari sumber-sumber air terdekat agar tanaman padi petani tidak puso dan dalam waktu tiga bulan mendatang dapat panen. “Kalau tidak ada air, kemarau terus terjadi, jelas tanaman mati dan gagal panen,” katanya.

Baca Juga :   Pemerintah Sediakan Lahan Pertanian Untuk Korban Sinabung

Dinas Pertanian dan Kehutanan (PK) Pringsewu, mendata ada 200-an hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan selama sebulan terakhir. Tanaman padi petani di kabupaten ini rata-rata berusia 30-45 hari dan terancam puso bila masih terjadi kekeringan. Padahal, dari 200-an hektare ini setidaknya dapat panen gabah 1.200 ton.

Kepala Dinas PK Pringsewu, Iskandar Muda akan membantu petani dengan menyediakan sumur bor di wilayah tersebut. Namun masih menunggu kajian dari pihak terkait karena menyangkut ketersediaan air bawah tanah di pemukiman penduduk sekitar.

Sebelumnya, Dinas PK bersama BPBD sudah mengupayakan menyiram tanaman padi dengan mobil pemadam kebakaran. Namun tidak efektif karena berbiaya besar.

Share :

Baca Juga

Inspiratif

KBK ITB; Sektor Pertanian Di Sekitar Gunung Sinabung Merugi Ratusan Milyar
Pengunjung berpose di gapura candi (foto:LAD)

Inspiratif

Candi Gedung Songo, Jejak Sejarah di Punggung Bukit Ungaran

Inspiratif

Berkenalan dengan Syarif Syaifullah, Petani Asal Indonesia yang Mengadu Nasib di Negeri Paman Sam

Inspiratif

Bulog Sulteng Nyaris Capai Target Serapan Beras

Inspiratif

Contoh Tanaman Hidroponik – Mudah dan Murah

Inspiratif

Zumi Zola Dorong Sektor Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Bayam Hidroponik

Inspiratif

Urban Farming, Kesenangan yang Menjadi Cuan

Inspiratif

Pemerintah Mongolia ingin belajar pertanian dari Indonesia