Atasi Krisis Pangan, Masyarakat Korut Ternak Angsa Hitam Hingga Kelinci

  • Bagikan
Krisis pangan di Korea Utara, Masyarakat Beternak Angsa Hitam dan Kelinci (Foto: Istimewa)
Krisis pangan di Korea Utara, Masyarakat Beternak Angsa Hitam dan Kelinci (Foto: Istimewa)

Mediatani – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un beberapa waktu lalu menciptakan gebrakan baru yang membuat para pakar takjur. Ketika Korea Utara (Korut) berjuang melawan krisis pangan pada bulan Juli lalu, Kim Jong Un menyuruh masyarakat Korut untuk beternak angsa hitam.

Selain beternak angsa hitam, melalui media-media propagandanya, ia juga meminta warganya untuk beternak kelinci sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan di tengah krisis yang melanda negaranya.

Solusi menu angsa hitam di Korut ini dimaksudkan untuk mengatasi kegagalan pertanian skala besar dan sebagai penyedia pasokan makanan di tengah pembatasan Covid-19.

“Saya tidak pernah mendengar angsa hitam diternakkan untuk konsumsi manusia di seluruh dunia,” ujar sekretaris jenderal Komunitas Ornitologi Korea, Bing Ji-Chang, dikutip dari cnnindonesia.com, Minggu (7/11).

Bing mengatakan bahwa sebenarnya tak masalah bagi manusia untuk mengkonsumsi daging angsa hitam karena nilai nutrisinya seharusnya sama baik dengan unggas air lainnya.

Meski sebagian publik menganggap pemerintah Korut aneh mengenai imbauan beternak kelinci tersebut, namun sejumlah pakar tak begitu heran karena daging kelinci memang biasa dijadikan makanan di berbagai daerah di dunia.

Solusi menu angsa hitam di Korut ini dimaksudkan untuk mengatasi kegagalan pertanian skala besar dan sebagai penyedia pasokan makanan di tengah pembatasan Covid-19.

Untuk meyakinkan masyarakat Korut, media propaganda pemerintah Korut, seperti Rodong Sinmun dan DPRK Today, terus menggembar-gemborkan berbagai manfaat daging angsa hitam tersebut.

“Angsa hitam merupakan unggas hias yang sangat langka. Dagingnya lezat dan bernilai medis. Selain itu, sudah ada wadah untuk mengembangbiakkan angsa hitam tersebut dalam skala industri. Ini adalah upaya meningkatkan standar hidup rakyat,” demikian pemberitaan Rodong Sinmun.

Dilansir dari Reuters, media Korut lainnya juga mengungkap sejumlah studi yang menunjukkan manfaat penting yang diperoleh jika mengonsumsi daging angsa hitam.

Dijelaskannya, daging angsa hitam mengandung zat kesehatan langka seperti imunoglobulin, asam linoleat dan senyawa dengan sifat “anti kanker”.

Media pemerintah sebelumnya juga melaporkan bahwa daging angsa hitam adalah makanan kesehatan yang luar biasa dari abad ke-21 dengan rasa yang unik dan nilai gizi yang sangat tinggi.

Penelitian untuk membiakkan “burung hias langka” untuk makanan ini sebenarnya sudah dimulai pada musim semi 2019.

Alhasil, seorang peneliti dari Kementerian Pertanian Korut yang membahas kemajuan proyek pada Juli 2020 menegaskan bahwa daging angsa hitam memiliki lebih banyak protein dan lebih mudah dicerna daripada daging lainnya.

Sementara itu, pemerintah Korut juga telah meminta sekolah, pabrik, dan bisnis untuk berkebun dan memelihara ikan dan hewan lainnya di atap rumah dan dan area lainnya.

Pemerintah Korut memang sedang berupaya mengatasi krisis pangan akibat penutupan perbatasan demi mencegah penularan Covid-19. Industri agrikultur Korut juga sempat terpukul akibat sejumlah bencana.

Korut juga dilaporkan memerintahkan warganya untuk mengurangi makan hingga pemerintah kembali membuka perbatasan dengan China pada 2025 mendatang.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version