Home / Inspiratif

Sabtu, 20 Juni 2015 - 16:45 WIB

Bansos Untuk Petani Aceh Tamiang Capai 31M

Ilustrasi Dana Bansos

MediaTani – Dana Bantuan sosial (Bansos) Aceh Tamiang untuk petani di tahun 2015 terbilang fantastis. Nilainya mencapai Rp 31.514.000.000. Dana tersebut berasal dari APBN tahun 2015. Hal tersebut mendapat respon dari organisasi wadah berhimpun petani dan nelayan di Aceh Tamiang, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Ketua KTN Aceh Tamiang, Hendra Vramenia didampingi Wakil Ketua KTNA Aceh Tamiang, Sugiono kepada wartawan Jumat (19/6) mengatakan, pihaknya meminta semua petani dan komponen lainnya di Aceh Tamiang agar mengawal dana tersebut sehingga penyalurannya tepat sasaran dan sesuai degan yang diharapkan. Menurutnya, program bantuan sosial itu dikucurkan pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan bangsa Indonesia.

Baca Juga :   Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali Di Sleman DIY

Disamping itu pemberian Bansos juga untuk memotivasi petani dalam meningkatkan produksi kedelai guna memnuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

berdasarkan data yang diperoleh KTNA Tamiang, bansos di Aceh Tamiang adalah program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) kedelai untuk lahan seluas 6.000 ha dengan biaya Rp 1.804.000/ha dengan total anggarannya Rp 10.824.000.000. Selanjutanya program GPTT padi hibrida untuk lahan seluas 1.500 ha dengan biaya Rp 3.654.500/ha dengan total anggarannya Rp 5.481.750.000. Berikutnya program GPTT padi inbrida untuk lahan 2.000 ha dengan biaya Rp 2.960.000/ha atau total anggarannya Rp 5.920.000.000.

Baca Juga :   Aplikasi Ini Dianggap Mampu Wujudkan Ketahanan Pangan

Sedangkan program GPPT jagung seluas 500 ha dengan biaya Rp 2.178.000/ha atau total anggarannya sebesar Rp 1.089.000.000. Kemudian, program optimasi lahan sawah seluas 5.000 ha dengan anggaran Rp 1.200.000/ha.Kata Hendra, Pemkab Aceh Tamiang juga mengucurkan program bersumber dari APBK 2015, penanaman jagung 505 ha dengan anggaran Rp 577.631.625.

Menurut Hendra, pengawalan itu penting agar tidak terjadi tumpang tindih program mengingat program baik dari APBN dan APBK terlihat mirip dan harapan kita petani dapat merasakan program tersebut untuk meningkatkan ekonomi keluarga.(md)

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Himagro Unhas Gelar Kegiatan Akbar

Inspiratif

Klarifikasi Menteri Pertanian Terkait Penarikan Traktor di Ponorogo

Inspiratif

Kunci Keberhasilan Amran Sulaiman Tingkatkan Produksi Pertanian

Inspiratif

Jepang Lirik Negara-Negara ASEAN Bangun Kerjasama Pertanian

Inspiratif

Di Aceh Poktan Kecewa, Kedelai Hanya Tumbuh 30 Persen

Inspiratif

Kejar Swasembada, Kementerian Pertanian gelar rakernas

Inspiratif

Australia Ujicoba Drone Untuk Bidang Pertanian

Inspiratif

Petani Sukabumi Panen Perdana Tanaman Kedelai