Bukti Nyata! Pembatasan Rokok Tak Surutkan Prospek Bisnis Pertanian Tembakau

Komoditas perkebunan yang juga termasuk ke dalam jenis produk pertanian, tembakau, banyak digunakan sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Bagian tembakau yang dimanfaatkan ialah daunnya. Meski terjadi pembatasan rokok, bisnis pertanian tembakau tidak pernah padam. Bahkan, para petani inspiratif telah membuktikan bahwa usaha ini semakin lancar. Karena tidak berpengaruh, hal ini menjadi inspirasi petani untuk tetap gigih membudidayakannya.

Ada beberapa spesies yang terdapat di dalam nikotiana yang bisa disebut dengan tembakau, diantaranya yaitu Nicotiana tabacum. Tembakau itu sendiri merupakan tumbuhan yang kaya akan kandungan jumlah nikotin tertinggi jika dibandingkan dengan tanaman lain. Meski begitu, tembakau tersebut tidak mengandung senyawa tropan alkaloida yang memang beracun bagi manusia. Maka tak heran jika budidaya tembakau ini semakin maju dan menjanjikan.

Bisnis Pertanian Tembakau

Hasto Wardoyo selaku Ketua Aliansi Bupati dan Wali Kota Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjelaskan bahwa peraturan daerah kawasan tanpa rokok bukanlah untuk melawan petani tembakau. Hal ini dikarenakan, yang dibatasi ialah konsumsi rokoknya, bukanlah produksi tembakau petaninya. Mengutip sebuah riset, Hasto menunjukkan bahwa sejak 1973-2015, ada kesenjangan yang begitu tinggi antara jumlah perokok dengan produksi tembakau Indonesia.

Perokok berjumlah lebih dari 90 juta orang dari jumlah total penduduk Indonesia sekarang ini mencapai 255 juta orang. Sementara produksi tembakau hanya 190 ribu ton/tahun dari kebutuhan tembakau yang perlu dipenuhi mencapai 330 ribu ton/tahun. Untuk mencukupi kekurangan tembakau tersebut ialah melalui impor. Daripada impor, tentu lebih baik menciptakan kemandirian ekonomi para petani. Dengan begitu, bisa mengurangi konsumsi rokok dan meningkatkan produksi tembakau.

Upaya Menekan Kesenjangan Produksi Tembakau

Menurut Hasto, pemerintah dapat menekan selisih kesenjangan antara produksi tembakau dalam negeri dengan jumlah konsumen rokok. Caranya dengan mengurangi impor tembakau dari luar negeri dan dengan menggunakan tembakau dalam negeri. Sedangkan untuk mengurangi jumlah konsumen rokok, Hasto lebih fokus dalam perlindungan terhadap anak dan juga remaja.

Caranya dengan sosialisasi ke sekolah dan melarang papan iklan rokok di wilayah Kulon Progo. Selain itu, Hasto juga mengharuskan siswa SMP yang baru masuk kelas VII untuk bersedia menandatangani lembar pernyataan yang menyatakan tidak akan merokok. Selain itu, dilakukan juga tes urine. Berdasarkan riset tes urine sejak 2016 sampai sekarang secara acak terhadap remaja, Hasto telah menemukan ada 14% remaja sudah merokok.

Perbaikan Kualitas Pertanian Tembakau

Salah satu wilayah yang menjalankan bisnis pertanian tembakau ialah Boyolali. Bisnis pertanian tembakau ini memperoleh hasil panen yang melimpah. Kondisi panennya sangat membaik jika dibandingkan tahun lalu akibat cuaca yang tidak mendukung. Seiring kondisi cuaca saat ini dengan curah sinar matahari yang tinggi dan juga intensitas hujan yang turun, para petani tembakau sangat optimis hasil panenan akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Para petani sangat optimis akan mendapatkan hasil produksi yang tinggi.

Wiro, salah seorang petani tembakau yang berasal dari Dukuh Kwojokulon, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono mengatakan bahwa optimisme petani tembakau pada musim ini cukup tinggi. Selain dipengaruhi oleh cuaca, tahun ini jumlah petani yang bertanam tembakau tak terlalu banyak jika dibandingkan musim-musim sebelumnya. Adapun salah satu hal yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas panenan ialah benih yang dipilih. Menggunakan varietas benih tembakau berkualitas tinggi, bentuk dan warna seragam, memiliki daya tumbuh sekitar 85%, serta toleran terhadap hama dan penyakit.