Buah-buahan Asal Indonesia diminati Pasar Kuwait

164
views

MediaTani – Buah-buahan asal Indonesia makin diminati negara lain. Seperti
yang dilansir sripoku, menyatakan bahwa Kuwait menjadi negara yang paling
bergantung akan hasil pertanian dari Indonesia. Bahkan saat ini produk buah-buahan tropis asal Indonesia membanjiri pasar pertanian di negara Timur Tengah tersebut.

Buah-buahan di pasar buah. (foto: duniafitnes.com)

Hal tersebut dibenarkan oleh Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI) Kuwait. Setidaknya tercatat buah-buahan asal Indonesia yang
banyak dipasarkan di Kuwait adalah mangga, rambutan dan manggis dengan tingkat
pembelian paling tinggi. Tidak ketinggalan pula, buah alpukat, pepaya dan jambu
biji atau guava. Apalagi harga buah-buahan tersebut sesuai dengan daya beli
masyarakat Kuwait.
Tidak hanya produk buah segar, produk olahan berbahan buah
asal Indonesia juga amat diminati masyarakat Kuwait. Mountain banana, green
banana, yellow big banana misalnya. Produk olahan berbahan dasar pisang ini
juga telah menembus ekspor ke Kuwait. Selain itu, produk olahan berbahan mangga
harum manis yang telah dipasarkan di Kuwait dalam bentuk green sweet manggo,
manggo ripe dan manggo long.
Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian
(P2HP) Kementerian Pertanian (Kemtan), Yusni Emilia Harahap mengatakan, minat
negara Timur Tengah akan produk buah tropis asal Indonesia amatlah tinggi.
Negara Timur Tengah menjadi negara alternatif setelah beberapa negara seperti
Jepang dan Tiongkok yang melarang datangnya buah asal Indonesia.
“Negara Timur tengah menjadi alternatif negara yang
menolak buah asal Indonesia karena sebagian terjangkit lalat buah,” tandas
Emilia.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan)
mencatat ekspor hortikultura pada Januari 2015 mencapai 31.005 ton naik 19%
dari 25.913 ton pada Januari 2014. Sementara nilainya juga naik 8,2% dari US$
39,1 juta naik 8,26% dibandingkan Januari 2014 sebesar US$ 3,61 juta.
Ada lima komoditi unggulan ekspor hortikultura dua
diantaranya mengalami penurunan volume ekspor. Yakni: sayuran dan pisang.
Sementara untuk nanas, manggis dan kubis mengalami kenaikan signifikan. (Sripoku/MT)