Hama dan Penyakit yang Sering Merusak Tanaman Jahe Merah, Simak Cara Pengendaliannya

  • Bagikan
Ilustrasi:Tanaman jahe merah

Mediatani – Tanaman jahe merah termasuk salah satu jenis rempah-rempah yang sangat populer sejak ratusan tahun lalu. Namun, tanaman itu rentan terserang hama dan penyakit sehingga penting untuk dipahami terkait cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah.

Hal tersebut penting untuk dipahami mengingat keberadaan hama dan penyakit bisa berakibat pada kegagalan panen. Lantas bagaimana caranya? Simak ulasan di bawah ini sampai akhir ya!

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Jahe Merah

1. Kepik

Kepik merupakan jenis serangga yang biasa menyerang tanaman jahe merah. Pada umumnya, serangan hama ini akan memunculkan gejala berupa daun berlubang, bergerigi dan berubah warna menjadi kecoklatan.

Untuk mengatasinya, Sobat Mediatani bisa menggunakan larutan pestisida berbahan aktif seperti misalnya profenofos ataupun betasiflutrin. Selain itu, cairan tanaman tuba juga bisa disemprotkan sebagai pestisida alami.

2. Kumbang

Kumbang juga termasuk hama yang kerap menyerang tanaman jahe. Gejala dari serangan hama ini ialah berubahnya rimpang ke dalam bentuk yang tidak beraturan ataupun melingkar.

Mengenai cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan larutan insektisida ataupun nematisida dengan dosis kurang lebih 1 gram tiap satu tanaman jahe.

3. Kutu Daun

Kutu daun menyerang tanaman jahe dengan beberapa gejala seperti daun yang menggulung, layu, menguning dan banyak berguguran. Kemunculan hama ini tergolong mudah untuk dikenali sehingga proses pengendaliannya juga bisa cepat dilakukan.

Adapun cara pengendalian hama ini biasa dilakukan dengan menggunakan larutan pestisida seperti amitraz, metamil, sisfokol ataupun abamektin sesuai dosis yang telah ditentukan.

4. Ulat Pengerek Akar

Serangan ulat pengerek akar memunculkan gejala yang dominan dalam bagian akar seperti kerusakan dan kekeringan. Bahkan, dalam kondisi yang parah, tanaman bisa mati.

Cara mengatasi masalah ini bisa digunakan larutan insektisida seperti bisultap, binsulta, karbofuran, fipronil ataupun dimehipo sesuai dosis yang tertera dalam label produk.

5. Nematoda

Nematoda juga termasuk serangan hama yang kerap muncul dalam tanaman jahe. Kemunculan gejala serangan ini ditandai dengan adanya benjolan dan perubahan warna rimpang menjadi kecoklatan.

Cara untuk mengatasinya bisa menggunakan pestisida nabati berupa ekstrak jarak, tagetes ataupun ekstrak nimba. Selain itu, terapkan juga pola tanam campuran dibarengi sanitasi dan rotasi.

Sementara itu, bisa juga gunakan pestisida kimia seperti nematisida sesuai anjuran dan dosis yang telah ditentukan.

6. Penyakit Busung Rimpang

Penyakit busung rimpang disebabkan adanya infeksi jamur Fusarium oxysporum sp. Tanaman jahe akan mengalami pembusukan pada bagian rimpang dan daun yang mulai layu.

Cara untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan sebelum proses menanam jahe dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida seperti misalnya benomyl, mancozeb, metil tiofanat selama kurang lebih 2 jam.

**

Itulah pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah yang biasa dilakukan, Melalui beberapa cara yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan tanaman jahe merah akan kembali tumbuh dengan subur dan terbebas dari hama dan penyakit.

  • Bagikan
Exit mobile version