Home / Inspiratif

Rabu, 22 April 2015 - 17:34 WIB

Legislator: Kebijakan Pertanian Joko Widodo Harus Dirubah

MediaTani – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menganggap kedaulatan pangan akan sulit terwujud jika presiden Joko widodo tidak merubah kebijakan yang telah dipilihnya. Ia meminta agar presiden segera mengubah haluan kebijakan dan memanfaatkan lembaga yang sudah ada seperti bulug untuk diperkuat. Menurutnya, Swasembada pangan akan sulit terwujud jika Badan Urusan Logistik (Bulug) tidak dikembalikan fungsi awalnya.

Daniel Johan Anggota Komisi IV DPR RI

 “Artinya tidak ada jalan lain bila ketahanan dan kedaulatan pangan bisa dicapai bila Bulog dikembalikan ke fungsi awalnya, yakni sebagai bumper petani, baik sebagai pengendali harga gabah dan beras di pasar,” kata Daniel saat melakukan kunjungan spesifik ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Rabu.

Menurut Daniel, Saat ini Bulog tidak berjalan dengan baik. Sehingga perannya serasa tidak terlalu berpengaruh pada terwujudnya swasembada pangan. Fungsi Bulog seharusnya menjadi pelindung petani dalam hal terjaganya harga. sehingga dapat mengurangi dampak kerugian yang diderita oleh petani.

Baca Juga :   Bill Gates, Sang Pemilik Lahan Pertanian Terbesar di AS

“Bulog harus di bawah Presiden, tidak lagi jadi perum. Dengan demikian, petani bisa mendapatkan bantuan atau subsidi bibit, harga gabah dan beras yang terjaga baik,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Daniel melanjutkan, jika bulog difungsikan kembali sebagaimana cita-cita awal didirikannya akan memiliki dampak besar bagi kemajuan pertanian. Salah satu hal yang paling nampak adalah akan membantu dalam memberantas kartel dan mafia beras yang meresahkan petani.

“Yang bisa memberantas mafia-mafia dan menghadapi kartel adalah Bulog,” demikian politisi asal Kalimantan Barat ini.

Pada kesempatan terpisah, Ihsan Arham SP, salah satu pengamat pertanian mengungkapkan bahwa dirinya setuju dengan pernyataan legislator tersebut. Menurutnya Bulog semestinya tidak mengedepankan keuntungan. Akan tetapi Bulog harus menjadi lembaga yang menjaga stabilitas harga pertanian.

Baca Juga :   Pemprov Sulteng, Fokus Kembangkan Pangan Lokal

“Selama ini Bulog berperan sebagai perusahaan umum, sehingga geraknya mengarah kepada pengejaran profit atau keuntungan. Padahal Bulog dulunya dibentuk untuk menjaga stabilitas stok bahan pangan dan harga pangan nasional” Tutur Ihsan (22/4)

Ihsan menyayangkan jika Bulog tidak berpihak pada petani, sebab atas jasa petani lah stok beras dan komoditi pangan lainnya tetap tumbuh di negri ini.

“Adanya jaminan harga yang memberi keuntungan bagi petani akan menjadi stimulan agar petani dapat terdorong untuk memacu produksinya. Selain itu kemampuan Bulog dalam hal Penggudangan pun sangat membantu ketersediaan bahan pangan disaat musim paceklik tiba” tutup Ihsan. (NI/MT)

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Ini Alasan Petani Di Sumbar Enggan Jual Gabahnya Ke Bulog

Berita

Dengan Sistem Kemitraan, Peternak Milenial Ini Sukses Miliki Ribuan Ternak & Ratusan Mitra

Inspiratif

Tips Memilih Buah Timun Suri Yang Bagus

Inspiratif

Gunung Soetopo, Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Buah Naga

Inspiratif

Pemerintah Harus Bersatu Selesaikan Masalah Pertanian

Inspiratif

Tanaman Hias Indoor, Ruangan Jadi Segar dan Indah

Inspiratif

Asuransi Pertanian Demi Swasembada Pangan

Inspiratif

Inilah Tanaman Bagi Penghuni Surga