Legislator: Kenaikan Harga BBM Mengganggu Bidang Pertanian

42
views

MediaTani – Di awal tahun 2015
tepatnya pukul 00.00 WIB, harga BBM “diturunkan” dari Rp 8.500 menjadi Rp.7.600
menjadi berita gembira untuk rakyat indonesia. Akan tetapi, bagi orang yang
pemikir tentu paham bahwa ini hanya seolah-olah turun. Sebab mulai tanggal 18
november 2014 llu, harga premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp. 8.500 perliter.
Artinya, yang terjadi saat itu adalah harga BBM tetap naik Rp 1.100 perliter.

Pada tahun ini juga
terjadi kasuus yang hampir serupa, dimana harga BBM saat ini kembali dinaikkan.
Hal ini sangat berdampak besar diberbagai bidang, terkhusus dibidang pertanian.
Seperti yang dikatakan Anggota Komisi IV DPR, Anthonius Sihombing “ naiknya
harga bahan bakar minyak dapat menggangu bidang pertanian dan akan sangat
menambanh beban produksi pertanian.
Sabtu (28/3/2015)
di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Anton lebih memperjelas ucapannya,Naiknya
harga BBM ini jelas mengganggu program pemerintah terkhusus dibidang pertanian,
Semua itu dikarenakan produksi pertanian memerlukan BBM serta ongkos bahan-bahan
pertanian maupun hasil produksi pertanian akan meningkat.
DPR akan memanggil
dan mempertanyakan kepada pemerintah alasan dinaikkannya harga BBM saat ini
serta Komisi IV juga akan meminta subsidi untuk membantu petani, karena
kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga pupuk dan kebutuhan petani
lainnya. seperti sekarangkan subsidi pupuk kan naik,  Ujarnya.
Selain itu, dirinya
juga mengkritisi presiden tidak mengumumkan secara langsung bahwa harga BBM
akan dinaikkan lagi.