Melirik Prospek Ekonomi Budidaya Tanaman Obat

MediaTani – Indonesia adalah negara yang dikenal memiliki ratusan ribu jenis tanaman yang berpotensi dalam pengobatan. Kementrian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan juga telah mendorong Perguruan Tinggi melakukan riset dan pengembangan obat-obatan herbal. Hal itu dilakukan agar obat-obatan herbal mampu bersaing dengan obat-obatan kimia.

Ilustrasi Usaha Budidaya Tanaman Obat

Meski kaya dengan ratusan ribu jenis tanaman berkhasiat obat kebanyakan masyarakat belum mengenal sepenuhnya ragam tanaman berkhasiat obat. Masyarakat baru menyadari kegunaan suatu tanaman berkhasiat obat setelah mendapat penjelasan dari pakar herbal, membaca buku atau browsing di internet.

Siddiq Raharjo, pemilik Industri Kecil Obat Tradisional “Merapi Herbal” mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 30.000 jenis tanaman berkhasiat obat. “Dari 30.000 species yang ada, baru sekitar 2.000 yang sudah diteliti, sedang dari 2.000 species yang sudah diteliti baru sekitar 400 yang diproduksi dan diperdagangkan,” terang Siddiq Raharjo. “Lalu, dari 400 jenis tanaman berkhasiat obat tadi berapa yang dikenal baik oleh masyarakat?,” tanya Siddiq Raharjo dalam perbincangan dengan salah satu wartawan KRjogja.com, Selasa (20/1/2015).

Berbekal kecintaan terhadap warisan budaya berupa tanaman tradisional berkhasiat obat Siddiq Raharjo sejak tahun 1990-an mengembangkan aneka usaha yang tidak jauh dari tanaman tradisional berkhasiat obat. Awalnya, pria yang menyebut dirinya sebagai peracik jamu ini memulai dengan menjual bibit tanaman obat di Yogyakarta dan sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, usaha tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga saat ini paling tidak ada tujuh mata usaha yang dikelolanya.

“Saat ini kita mengembangkan kegiatan pembibitan dan budidaya tanaman obat, penjualan bahan, produksi jamu, pembuatan jamu, penjualan jamu, wisata dan out bond, pelatihan tanaman obat,” kata Siddiq Raharjo. Lini usaha yang terkait dengan tanaman tradisional berkhasiat obat diwadahi dalam Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) “Merapi Herbal” yang berlokasi di Jl. Kaliurang KM. 21.5, Sidorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman.

Kecintaan terhadap tanaman tradisional berkhasiat obat menumbuhkan obsesi pada Siddiq Raharjo untuk lebih giat memperkenalkan warisan budaya leluhur tersebut pada masyarakat luas. “Setiap saat saya selalu mencari terobosan baru bagaimana caranya memberi edukasi pada masyarakat tentang tanaman tradisional berkhasiat obat”, jelasnya.

Salah satu kiat yang dilakukan Siddiq Raharjo adalah membuka wahana wisata dan out bond yang diberi nama Tradisional Park. Berlokasi sama dengan IKON “Merapi Herbal”, Tradisional Park dirancang sebagai wahana dan media memberikan edukasi mengenai tanaman tradisional berkhasiat obat. Siddiq Raharjo mengklaim bahwa wisata out bond seperti Tradisional Park tidak ada ditempat lain. “Hanya di Tradisional Park orang dapat bersenang-senang melakukan out bond.

Oleh sebab itu, di Tradisional Park nama-nama kelompok, permainan, lagu-lagu, yel, hadiah dan hukuman dalam permainan semua dikaitkan dengan nama tanaman tradisional berkhasiat obat. “Misalnya, yang menang dalam permainan diberi hukuman minum jamu yang terasa manis, sedang yang kalah minum jamu berasa pahit. Namun kedua jenis jamu itu berkhasiat menyehatkan badan,” ujar Siddiq Raharjo. (Suparyakir)

Lainnya di Media Tani :
MT  Teknik Budidaya Tanaman Jahe dalam Karung (Bag Culture)
MT  Mempelajari Ilmu Usaha Tani
MT  Ganyong, Salah Satu Sumber Bahan Pangan Alternatif
MT  Buah-buahan Langka Yang Digemari Di Indonesia
MT  Agar Tanaman Cabe Tetap Sehat di Musim Hujan
MT  Perbedaan Berbagai Jenis Buah Mangga Lokal
MT  Inovasi Terbaru Budidaya Tanaman Bawang Merah