Home / Inspiratif

Sabtu, 27 Desember 2014 - 03:31 WIB

Botani Eceng Gondok

Tumbuhan Eceng Gondok


Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman asli sungai Amazon Brazil dan telah di introduksi ke daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia (Langeland dan Burks, 1998 dalam Maysara 2010). Eceng gondok di Indonesia pada mulanya diperkenalkan oleh kebun raya Bogor pada tahun 1894 yang akhirnya berkembang di Sungai Ciliwung sebagai tanaman pengganggu atau gulma.

Tumbuhan eceng gondok

Menurut Sastroutomo (1990), secara botanis eceng gondok diklasifikasikan sebagai tumbuhan yang tergolong dalam divisi  Embryophytasi Phonogama dengan sub divisi Spermatophyta. Tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae) ini berordo Ferinoseae yang berada dalam famili Pontederiaceae bergenus Eichhornia, tumbuhan ini dikenal dengan spesies Eichhornia crassipes (Mart) Solm.

Baca Juga :   Mengenal Tanaman Paku Pakuan

Ecenggondok merupakan herba yang mengapung, menghasilkan tunas merayap keluar dari ketiak daun yang dapat tumbuh lagi menjadi tumbuhan baru dengan tinggi 0,4 – 0,8 m tumbuhan ini memiliki bentuk fisik berupa daun-daun yang tersusun dalam bentuk radikal (roset). Setiap tangkai pada helaian daun yang dewasa memiliki ukuran pendek dan berkerut. Helaian daun (lamina) berbentuk bulat telur lebar dengan tulang daun yang melengkung rapat panjang 7-25 cm, gundul dan warna daun hijau licin mengkilat. (Hernowo, 1999 dalam Maysara 2010)
Bakal buah memiliki tiga ruang dan berisi banyak. Tangkai daun pada eceng gondok bersifat mendatangkan dan membangun spon yang membuat tumbuhan ini mengambang. Bunganya termasuk bunga majemuk berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak memiliki tiga ruang dan warna hijau. Akarnya merupakan akar serabut. (Artati dan Fadillah, 2006)

Baca Juga :   Buah-buahan Langka Yang Digemari Di Indonesia

Referensi:

Maysara Ulfa, 2010, Skripsi, Perkembangan Populasi Ikan Gabus Pada Berbagai Kepadatan Populasi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) di Perairan Danau Tempe Kabupaten Wajo, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Sastroutomo, S. S. 1991. Ekologi Gulma. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Artati EK. Dan Fadillah. 2006. Delignifikasi dengan proses Organosolv. http://www.sirine.uns.ac.id/penelitian.php?act=detail&idp:347 [6 September 2012].

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Tahun 2015; Pertanian Australia Cerah tapi Tidak Bagi Petaninya

Inspiratif

Hidroponik – Sebuah Pendahuluan

Inspiratif

P2L, Solusi Ibu-ibu di Lembang Ciptakan Sumber Pangan di Lahan Sempit

Inspiratif

HKTI Jabar: Bank Pertanian Harus Segera Dibentuk

Inspiratif

Bansos Untuk Petani Aceh Tamiang Capai 31M

Inspiratif

Tanaman Pengusir Nyamuk

Inspiratif

Ekspor Buah Manggis Ke China Kembali Menggeliat
Kopi, bisnis kekinian kaum milenial

Agribisnis

Kopi, Ladang Bisnis Kekinian Kaum Milenial