Pemerintah Australia Selidiki Eksploitasi Pekerja Asing Di Perkebunan

MediaTani – menyusul terbongkarnya kasus kekerasan terhadap pekerja asing. Australia menyelidiki ekploitasi buruh di perkebunan

Pemerintah Negara Bagian Victoria akan menyelidiki kasus dugaan perlakukan yang tidak pantas dan gaji rendah yang dialami buruh perkebunan. Otoritas Victoria juga mendesak dilakukannya penyelidikan di tingkat nasional untuk kasus yang disebut telah mempermalukan negara.

Pemberitaan mengenai pekerja asing yang diperlakukan seperti “budak” dipublikasikan oleh ABC TV pada Senin (4/5/2015). Laporan yang disiarkan program
Four Corners ABC TV secara rinci menggambarkan penyalahgunaan 417 visa Australia.

Visa bagi mereka yang berusia 18 sampai 30 tahun yang ingin bekerja selama liburan di Australia selama 12 bulan.

Penyelidikan menemukan penyalahgunaan visa, termasuk kondisi kerja seperti perbudakan yang digambarkan terjadi di peternakan dan pabrik di sejumlah wilayah Australia.

“Tidak ada pekerja yang boleh dieksploitasi, diganggu atau dirampas kebebasannya,” seperti disampaikan Menteri Hubungan Industrial negara bagian Victoria Natalie Hutchins. “Ini bukan hanya masalah upah yang rendah, ini mengenai menciptakan pekerja asing kelas bawah,” kata Hutchins.

“Sangat jelas bahwa Victoria membutuhkan sistem yang lebih baik untuk mengatur praktek perburuhan,” Ujarnya

Anggota parlemen Queensland Keith Pitt telah mendesak untuk melakukan penyelidikan terhadap pekerja asing yang dieksploitasi di sektor perkebunan, pada bulan lalu.

Dia mengatakan banyak petani terancam hukuman karena menggunakan perusahaan yang mengontrak turis menjadi pekerja dengan upah rendah.

Federasi Petani Nasional NFF menyatakan buruh migran merupakan bagian penting dalam sektor pertanian Australia. “Tanpa mereka, akan terjadi masalah kekurangan pekerja di saat panen tahunan,” kata Presiden NFF Brent Finlay.

Tetapi dia mengatakan bahwa seluruh petani memiliki kewajiban untuk mengadopsi praktek ketenagakerjaan dan penggunaan kontraktor buruh yang tidak mengeksploitasi pekerja. “Dan ini bukan hanya pertanian, ini mengenai masalah rantai pasokan,” kata dia.