MediaTani – Kelurahan Naioni bakal menjadi pusat pengembangan kelor (Moringa Oelifera) di Kota Kupang. Untuk mewujudkannya, tiga kelompok tani (poktan) telah membuka lahan dan melakukan penanaman perdana di kelurahan itu.

Masyarakat Foto bersama usai penanaman dan pengembangan kelor (Moringa Oelifera), Sabtu (11/04/2015) di Kelurahan Naioni. [Gambar: tribun]

Penanaman perdana ini dilakukan Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang yang diwakili perwira seksi (pasi) komunikasi sosial (Komsos) Mayor Inf. Paulus Bombadie di kebun kelor Moringa Timores dan Moringa Morijota Naioni, Sabtu (11/4/2015) sore. Hadir pada penanaman perdana 100 kelor ini, anggota DPRD Kota Kupang, Maudi Denga, investor kelor dari Jawa dan kelompok tani lainnya.

Ketua Poktan Moringa Morijota Naioni, Fransiskus Tio Keban, MT mengatakan poktan yang dipimpinnya bersama poktan lainnya di Naioni meminta dukungan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya agar ke depan Naioni bisa menjadi pusat pengembangan kelor di Kota Kupang.

“Lahan potensial untuk pengembangan kelor di kelurahan ini sekitar 15 hektar. Kami minta dukungan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur jalan dan dukungan lainnya,” kata Keban.

Paulus Bombadie dalam sambutannya mewakili Danrem mengatakan, Kelor dari NTT merupakan pohon ajaib yang serba guna. Tanaman ini mulai dari daun, kulit, batang, akar, dan bunganya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Baca Juga  Menteri Pertanian Jepang Memilih Mundur dari Jabatannya

Menanam Moringa, katanya, berarti membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, Danrem memelopori dan gencar melakukan sosialisasi dan penanamannya.

“Makan kelor bukan karena miskin tetapi kelor ini tanaman ajaib yang sangat berkhasiat. Prospek ekonominya juga luar biasa,” katanya.
Ketua RT II Kelurahan Naioni, Mel Amnesi berterimakasih kepada kelompok tani yang telah memulai usaha moringa. Dia menghimbau agar seluruh masyarakat mendukung dan menjaga kebun itu serta berusaha untuk menanam sendiri.

Sementara Anggota DPRD Kota Kupang yang sempat hadir, Maudi Denga mengatakan lembaga DPRD pasti mendukung upaya masyarakat melalui kelompok tani ini karena merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi rakyat. Dia berjanji akan menyampaikan kepada DPRD Kota Kupang untuk memberi perhatian terhadap pengembangan moringa di kelurahan ini dan juga meminta walikota Kupang mendukung kelompok tani ini.

“Terkait keluhan akan sarana jalan, akan mengecek ke Dinas Pekerjaan umum. Kita akan minta pemkot untuk membuka lahan kelor sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya. (roy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here