Home / Inspiratif

Selasa, 19 Mei 2015 - 15:44 WIB

Permintaan Kopi Meningkat, Petani Merapi Kewalahan

MediaTani -Pulihnya kembali perkebunan kopi di lereng Gunung Merapi, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pasca-tersapu awan panas erupsi 2010 membuat permintaan dari berbagai daerah kembali meningkat tajam.

“Pengepul-pengepul biji kopi yang dulu telah mengetahui kualitas kopi Merapi ini, sekarang kembali lagi sehingga kami cukup kewalahan memenuhi pesananan dari berbagai daerah,” kata Sumijo, 40 tahun, petani kopi asal Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Menurutnya, karena semakin banyaknya permintaan dari berbagai daerah, pihaknya hanya mampu melayani satu ton saja per tahun.

“Pembeli luar daerah yang biasa ada dari Jakarta. Selama ini hanya sebatas dalam Yogyakarta saja. Seperti di warung-warung kopi dan kafe. Tapi akhir-akhir ini sudah ada permintaan dari luar daerah juga, Jakarta yang paling banyak,” tuturnya.

Baca Juga :   Untan Hijaukan Kampus Dengan 6000 Pohon Langka

Ia mengatakan, untuk permintaan tersebut, biasanya diambilkan ke beberapa petani kopi di luar wilayah Petung seperti di kebun kopi lereng Merapi Turgo, Purwobinangan, Pakem.

“Di Glagaharjo (Cangkringan) dan di Deles (Klaten). Di sana kan tanaman kopi tidak terkena awan panas saat erupsi (2010),” katanya.

Sumijo mengatakan, meski demikian pihaknya masih kewalahan atas permintaan dari luar daerah tersebut. Karena banyaknya yang ingin merasakan kopi asli dari lereng Merapi.

“Permintaannya banyak, hanya saja sementara bisa terlayani baru sekitar satu ton saja per tahun,” katanya.

Baca Juga :   Petani Bawang Merah Menghadang Menteri Pertanian

Ia mengatakan, diharapkan panen pertama pada tanaman baru pascaerupsi tersebut, nantinya mampu untuk menambah stok biji kopi.

“Dengan meningkatnya kembali penjualan kopi ke luar daerah, maka Petung akan kembali dikenal sebagai penghasil biji kopi. Setelah sempat tumbang, akibat bencana alam pada 2010.

Panenan tanaman baru ini, kata dia, diprediksi bisa dilakukan pada Juni.

“Ada sekitar 50 hektare luasan lahan yang ditanami kopi pada 2012, tersebar di lima dusun. Yaitu, Petung, Kopeng, Pagerjurang, Tegal Manggong, serta Kepuh, di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan,” katanya.

Sumber : MT/TP

Share :

Baca Juga:

Inspiratif

Lagi, Presiden Jokowi Janjikan Bantuan Bagi Petani

Inspiratif

Belajar dari Petani

Inspiratif

Mentan: Stok Beras Nasional Aman Hingga Ramadhan

Inspiratif

Penghasilan Tidak Cukup, Guru Honorer di NTT Jualan Sayur dan Babi

Inspiratif

Gagal Wujudkan Swasembada Pangan, Menteri Pertanian Siap Mundur

Inspiratif

Asuransi Pertanian Belum Bisa Berjalan Tuntas di 2015

Inspiratif

Bulog Sulteng Nyaris Capai Target Serapan Beras

Inspiratif

Angkutan Semen di Kaltim, Rugikan Petani