Home / Inspiratif

Sabtu, 27 Juni 2015 - 09:05 WIB

Pertanian Alternatif Dunia Dibahas Di Australia

MediaTani – Sekelompok ahli dan pakar hortikultura dari seluruh dunia berkumpul di Gold Coast, untuk membicarakan masa depan pertanian. Para petani di Australia diajak untuk bisa berpikir lebih dari sekadar pertanian tradisional.

Pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan, mulai dari lahan pertanian di puncak gedung tinggi, atau menanam di tengah gurun pasir, atau menggunakan aplikasi di telepon genggam untuk transportasi produk pertanian.

Beberapa topik tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan yang dihadiri para ahli dan pakar hortikultura.

Salah satu pembicara adalah David Rosenberg, direktur eksekutif AeroFarms, yang mengagas pertanian secara vertikal.

Pertanian dengan model vertikal ini tidak membutuhkan tanah atau sinar matahari dan bisa memproduksi 70 kali lebih banyak produk per hektar, dari pertanian tradisional lainnya.

Baca Juga :   Petani Butuh Dukungan Dan Penanganan Yang Serius Bukan Perdebatan

“Kita membangun fasilitas kesembilan dan memiliki 12 tingkat, yang satu sama lain saling berlapis,” jelas Rosenberg. “Tiap tingkat punya jarak 90 sentimeter dengan tinggi setiap barisan sekitar 9 meter dan panjang 27 meter. Ada sekitar 35 tingkatan, dengan menghasilkan 1 juta kilogram produk setiap tahunnya.”

Metode pertanian vertikal ini membutuhkan air lebih sedikit dari pertanian tradisional, setidaknya hingga 95 persen lebih sedikit. Penggunaan pupuk pun lebih sedikit, hampir setengah dari kebutuhan pupuk pertanian tradisional, dan tidak membutuhkan pestisida, herbisida, maupun fungisida.

Salah satu pembicara lainnya adalah Blair Richardson, presiden dari Dewan Kentang di Amerika Serikat.

Richardson berbagi inspirasi soal bagaimana aplikasi di telepon genggam bisa bermanfaat di masa depan untuk mengatasi masalah transportasi produk secara efisien.

Baca Juga :   Pemerintah Mongolia ingin belajar pertanian dari Indonesia

“Hampir sama dengan layanan taksi Uber,” ujar Richardson. “Kita bisa melakukan hal yang sama dengan berbagi truk pengiriman.”

Sementara Tara McHugh dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan bahwa teknologi terbaru bisa memberikan nilai tambah bagi sayuran dan buah-buahan.

Ia memberikan contoh mengenai metode baru yang memperluas kemungkinan menggunakan produk-produk limbah.

“Penambahan nilai menawarkan cara dengan lebih memanfaatkan bahan limbah dari hasil pengolahan buah dan sayuran,” kata Tara.

Konvensi Hortikultura Nasional 2015 diselenggarakan oleh AUSVEG dan Apple & Pear Australia dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (28/06).

Konvensi yang digelar dengan pameran dan pertemuan diperkirakan dihadiri oleh lebih dari 1.100 orang.
(sumber & Gambar: JPNN)

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Kebun Opung Siregar Buktikan Buah Anggur Bisa Tumbuh di Pekanbaru

Inspiratif

Mahasiswa Agroteknologi Universitas Nasional Melaksanakan Seminar Nasional Pertanian

Inspiratif

SPI Tuntut Pemerintah Evaluasi RPJMN Bidang Pertanian

Inspiratif

Pemahaman Masyarakat Terhadap Perubahan Iklim Masih Minim

Inspiratif

Di Aceh Poktan Kecewa, Kedelai Hanya Tumbuh 30 Persen

Inspiratif

Menteri BUMN ; Kinerja Bulog Cukup Baik

Inspiratif

Inilah Daerah-daerah Penentu Swasembada Pangan

Inspiratif

Setelah Dianggap Punah Tanaman Ini Kembali Ditemukan Di Selandia Baru