Pertanian Indoor Terbesar Di Dunia, Produksi Mencapai 100 Kali lebih Besar Dari Pertanian Biasa

MediaTani – Budidaya pertanian dalam ruangan atau indoor farming bukanlah hal yang baru, akan tetapi jika dibuat menjadi lebih besar maka membutuhkan materi dan tenaga yang lebih besar pula. Berkat kemajuan teknologi hijau (Green Technology) telah mengubah pertanian dari cara tradisional menjadi pertanian bertekhnologi tinggi. Dari bertani untuk mempertahankan hidup pribadi menjadi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dengan potensi dapat memberi makan jutaan orang. 

The Inquisitr sebelumnya melaporkan bahwa tekhnologi pertanian telah membantu banyak orang dan menggerakkan hati banyak orang. Salah satu contohnya adalah Mantan pemain sepak bola NFL, Jason Brown, setelah menonton video DIY di Youtube dan belajar bagaimana memperoleh £ 46.000 dari ubi jalar dan 10.000 pon mentimun, yang kemudian disumbangkan ke pantries. Di Irvine, California, seluruh taman berubah menjadi sebuah taman yang menggunakan metode budidaya pertanian canggih dan mencukupi kebutuhan makanan hingga 200.000 orang setiap bulan.
Hal tersebut di atas adalah contoh yang baik tentang bagaimana pertanian dapat menjadi berkah bagi orang banyak, Jepang tampaknya berada di garis depan dalam evolusinya. Jepang merupakan tempat berdirinya sebuah Pertanian indoor terbesar di dunia. Bukan hanya itu saja, rupanya dari tempat ini dapat diproduksi bahan makan 100 kali lebih banyak daripada budidaya pertanian tradisional.
Menurut sebuah artikel oleh Good News Network, Shigeharu Shimamura memulai perencanaan pendirian pertanian indoor ini sejak tahun 2011. Dan saat ini seperti yang telah dibahas sebelumnya lahan tersebut telah dapat menghasilkan 100 kali lebih banyak dari pertanian tradisional. Hal yang sangat mengagumkan bukan hanya pemandangan yang terlihat jika kita masuk ke dalam areal pertanaman tersebut. Tetapi bisakah anda bayangkan satu bagian yang ditanami selada, pertanian indoor tersebut mampu 10.000 buah selada daun dengan kualitas tinggi dalam setiap harinya. Artinya dalam satu tahun selada berkualitas yang diproduksi sebanyak 3.650.000 buah. Di Areal pertanian indoor ini bukan hanya kuantitas yang dikedepankan tetapi sangat memperhatikan kualitasnya. 
Pertanian di Jepang diakui sebagai mercusuar yang memberikan cahaya kehidupan bagi masyarakat jepang pasca bencana Gempa bumi dan tsunami. Di jepang, tahun 2011 menjadi tahun inisiasi pertanian bertekhnologi tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa Areal pertanian indoor yang didirikan oleh Shigeharu Shimamura ini adalah upaya bangkit dari keterpurukan bencana yang dialami oleh masyarakat jepang pada saat itu. 
Awalnya Shigeharu Shimamura mengambil alih pabrik semikonduktor raksasa dikosongkan setelah gempa, perusahaan Shimamura itu, Mirai (yang berarti “masa depan” dalam bahasa Jepang), menyusun desain untuk pertanian vertikal dalam ruangan (Verticulture Indoor Farming). Mereka menghubungi General Electric (GE) untuk bekerja sama mengembangkan sistem pencahayaan LED khusus sementara perusahaan ketiga merekonstruksi fasilitas menggunakan bahan berkarakter khusus struktur itu seperti fasilitas ruangan bersih, isolasi termal, dan langit-langit yang tinggi.
Setelah fasilitas itu diperbaiki dan dioptimalkan untuk pertanian, Mirai menambahkan deretan nampan tanah yang tipis disusun menjulang dan alat pengukur yang akurat untuk suhu, kelembaban dan cahaya. Sehingga diperoleh produksi sayuran yang setara dengan 100 kali lebih banyak dibanding pertanian konvensional. Hasil tersebut hanya membutuhkan lahan satu kaki persegi atau 30 x 30 cm.

Fasilitas ini juga bebas bakteri, bebas pestisida, dan memotong sisa makanan sebesar 30 hingga 40 persen. Metode yang berkembang menggunakan listrik 40 persen lebih sedikit dan air 99 persen lebih sedikit. Areal pertanaman tersebut menggabungkan keamanan pangan dan ketersediaan sepanjang tahun.
TOMONews menerangkan Pertanian indoor tersebut dalam Video berdurasi 1 menit 59 detik. Video tentang Pertanian Indoor terbesar di dunia tersebut dapat anda lihat di bawah ini :

Ketika dunia belajar untuk menangani masalah-masalah yang akan datang, khususnya krisis pangan dan krisis air, usaha yang dilakukan Shigeharu Shimamura tersebut menjadi solusi yang sangat layak dan dikembangkan di seluruh negara termasuk di Indonesia.  Fakta terbaru diungkapkan oleh The Daily Meal yang melaporkan bahwa Mirai telah memasang dua belas pabrik pertanian serupa di seluruh Jepang. Mereka juga telah berkembang di luar negeri juga, termasuk Hong Kong, Rusia, dan bahkan Mongolia. Segera, pabrik tersebut akan memperluas ke tempat-tempat lain juga.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});