Petani Bisa Jualan di Toko Online Pertanian Oleh Kementan

105
views
website toko online inaagro

MediaTani.com – Saat ini petani pun bisa menjual produk hasil pertaniannya ke pasar internasional hanya melalui sebuah website. Inilah langkah pemerintah melalaui kementerian pertanian untuk membuka jalur baru perdagangan produk pertanian melalui jejaring berbasis web atau online. Hal tersebut dimulai dengan dibukanya Sentral Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Nusantara (SP4N) berbasis website secara resmi pada Jumat (14/8).

Pasang iklan

Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian, Jamil Musanif menerangkan bahwa Dengan membuka akses online, promosi dan pemasaran produk hasil pertanian diharapkan dapat makin tersebar hingga mancanegara dengan biaya promosi minimal.

“Kita sekarang mulai fokus ke pemasaran berbasis virtual, seperti toko online,” Tutur Jamil Musanif kepada wartawan di Gedung Sentral Promosi dan Pemasaran Produk pertanian Nusantara di kawasan Pasar Minggu Jakarta (14/8). ‬

Dalam web toko online beralamatkan “http://inaagro.pertanian.go.id/” tersebut dijajakkan sejumlah produk yang menjadi etalase toko di antaranya Kopi, Manggis, buah-buahan, cokelat dan produk hortikultura lainnya. Jamil menjelaskan, produk-produk tersebut diproduksi oleh sejumlah petani kecil dan pengusaha UMKM pertanian.

Jamil mengakui, Website tersebut telah terkoneksi dengan 160 negara melalui dinas pertanian masing-masing negara. Oleh sebab itu, dirinya sangat optimis pemasaran produk pertanian bisa lebih cepat dan dapat meningkatkan indeks ekspor pertanian nasional. Bahkan hanya setelah beberapa menit dibuka, website telah menerima notifikasi pemesanan dari negara Belanda, Belgia dan Amerika.

Menurut Jamil selama ini kelompok usaha tani sudah cukup dikuras energinya dengan peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. Langkah ini dilakukan pemerintah sebagai bentuk peran dalam membantu promosi dari mulai pengemasan, promosi lewat dalam dan luar jaringan.

Upaya promosi telah dirancang dengan sejumlah strategi di antaranya memperkuat kemitraan para petani dan pengusaha yang tersebar, merasionalkan harga berdasarkan prinsip efisiensi dan mengoptimalkan kapasitas produksi.

“Selain itu, pembukaan toko online karena kita ingin memanfaatkan sarana prasarana teknologi saat ini,” katanya.

Dengan sistem online pula, proses transaksi perdagangan menjadi lebih cepat, akurat dan akuntabel. Di samoing juga dapat memantau persaingan harga dan kualitas produk melalui dunia maya, tutupnya.