Home / Inspiratif

Sabtu, 27 Juni 2015 - 08:26 WIB

Petani Indramayu Beli Air Tangki Karena Kekeringan

Ilustrasi Warga Membeli Air di Mobil Tangki

MediaTani – Bencana kekeringan makin parah melanda tanaman padi milik para petani di Kabupaten Indramayu, Jabar yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Ribuan hektar tanaman padi musim tanam gadu terancam gagal tanam akibat kelangkaan ari irigasi. Melihat irigasi sudah kering, para petani nekat merogoh kocek sendiri membeli air diangkut mobil tangki, demi menyelamatkan tanaman padinya agar bisa dipanen.

Pemantauan poskotanews.com, kondisi tanaman padi milik petani di Kecamatan Trisi, tepatnya di Desa Plosokerep saat ini memasuki masa primordial atau masa bunting. Sehingga tanaman padi itu sangat membutuhkan pasokan air. Sementara air irigasi maupun air hujan yang dibutuhkan sudah beberapa minggu tak kunjung datang.

Baca Juga :   PTPN XI Berupaya Stabilkan HET Gula

Akibatnya para petani panik dan bimbang. Sementara instansi terkait yang menangani pasokan air irigasi terkesan tutup mata tak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani. Sehingga akhirnya para petani memutar otak bertindak sendiri-sendiri guna menyelamatkan tanaman padinya agar bisa dipanen dengan merogoh kantong sendiri membeli air diangkut mobil tangki.

Sekedar membasahi tanah sawah yang sudah retak-retak seluas 1 hektar, petani terpaksa harus mengeluarkan uang jutaan rupiah membeli 20 tangki air dengan harga beli 1 tangki air yang mencapai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu. Setiap hari mobil-mobil tangki itu keluar masuk Desa Plosokerep mengangkut air, pesanan petani untuk menyiram tanaman padi yang terancam mati gara-gara permukaan sawahnya retak-retak setelah lebih dari dua minggu tidak tersiram air.

Baca Juga :   Petani Jangan Panik Hadapi El Nino

“Beban para petani yang menanam padi pada musim tanam gadu tahun ini sangat berat. Demi mendukung suksesnya swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, para petani harus merogoh kantong sendiri membeli air karena pemerintah tidak mampu melayani ketersediaan air irigasi untuk menyelamatkan tanaman padi,” kata Karta, 59.

Selain membeli air menggunakan kendaraan tangki, banyak petani di Desa Plosokerep, Kecamatan Trisi yang terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak untuk ongkos pembuatan sumur tanah. Ironinya untuk menutupi ongkos pembuatan sumur tanah itu para petani terpaksa harus menjual sebagian gabah, hasil panen musim rendeng senilai jutaan rupiah.

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Upaya Perum Perhutani Kembangkan Sistem Pertanian Terpadu

Inspiratif

Pendapatan Petani Sulawesi Selatan Tertinggi Nasional
Petani Muda Sukses

Inspiratif

Kiat Sukses Menjadi Petani Pemula
Maggot BSF

Inspiratif

Manfaatkan Belatung Sebagai Pakan Organik, Petani Ayam Ini Hemat Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Inspiratif

Mahasiswa Agroteknologi Universitas Nasional Melaksanakan Seminar Nasional Pertanian

Inspiratif

Model Pengairan Sistem Hidroponik

Inspiratif

Inovasi Terbaru Budidaya Bawang Merah dari UNS Solo

Inspiratif

Menkes: Tanaman Obat Harus Dikembangkan