Home / Inspiratif

Jumat, 20 Maret 2015 - 06:24 WIB

Petani Ngawi Kembali Pertanyakan Traktor Bantuan Presiden

MediaTani – Sejak diserahkan secara simbolik 31 Januari 2015 lalu, Bantuan Traktor dari presiden Joko Widodo belum juga sampai ke tangan Petani ngawi. Hal ini mendorong berbagai reaksi dari kalangan petani di kabupaten Ngawi.

“Faktanya sampai sekarang, hand tracktor belum diberikan Mas,”kata Sugianto, Ketua Gapoktan Dewi Sri, Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, yang jarak desanya dari lokasi acara temu wicara presiden Jokowi, Jumat (30/1-2015), hanya sekitar 100 meter ini kepada Surya, Kamis (19/3).

Bahkan Sugianto balik bertanya, bagaimana kejelasan dari bantuan hand tracktor ini. Apakah ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelumnya agar bantuan tersebut sampai ke tangan petani.

Baca Juga :   Dosen Sosial Ekonomi Pertanian UGM Raih Adhikarya Pangan Nusantara 2014

“Saya Heran mas, kok belum ada juga. Sebenarnya bagaimana sih mas? Apa ada syarat-syarat tertentu untuk dapat tracktor dan pompa air itu?.” Tanya Sugianto

Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Ngawi Ir Marsudi, mengatakan untuk Kabupaten Ngawi yang memiliki 34 Gapoktan itu seluruhnya sudah menerima hand tracktor.

“Hand tracktor sudah dibagi di Poktan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) masing masing, total seluruhnya ada 34 unit hand tracktor. Dan itu diberikan seusai acara kunjungan Presiden,Jumat (30/1-2015) kemarin,”kata Marsudi yang dikonfirmasi Surya lewat pesan singkat, Kamis (19/3).

Baca Juga :   Menteri Pertanian Ingin Jadikan Kabupaten Bone Percontohan Pertanian

Sedang hand tracktor dan pompa air yang total jumlah selurunya mencapai 1187 unit yang di pamerkan kepada khalayak saat temu wicara Presiden Jokowi dengan petani di Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi lalu ternyata diperuntukkan petani, di kabupaten dan kota se-Jatim.

“Dikurangi 34 unit hand tracktor, sisa 1.153 unit hand tracktor dan pompa air diperuntukan daerah lain se-Jatim, yang alokasinya diatur oleh Kementan dan Diperta Provinsi Jatim. Kami tahunya hanya yang untuk petani di Kabupaten Ngawi saja,”tandas Marsudi. (Surya/JP)

Share :

Baca Juga:

Inspiratif

Hadapi El Nino Petani Dihimbau Menanam Tanaman Umur Pendek
Kebun Milik Para Jendral Bintang Dua

Inspiratif

Inilah Kebun ala Para Jendral Bintang Dua

Inspiratif

Jokowi Hidupkan Lagi Program Merauke Integrated Food and Energy Estate

Inspiratif

Satu Pendamping Olah 200 Hektare Lahan

Inspiratif

Anggota WTO sepakat Hapus Bea Impor

Inspiratif

Mentan Ungkap Penyebab Swasembada Pangan Terhambat

Inspiratif

Ratusan Traktor Pemberian Jokowi Ditarik Kembali

Inspiratif

Berkat Pemuda Yogya, Irigasi yang Dulu Kumuh Jadi Cantik dengan Ikan Koi