Home / Inspiratif

Minggu, 7 Juni 2015 - 08:22 WIB

Petani Sragen Cemaskan Gagal Panen

Ilustrasi Sawah mengalami Kekeringan [Gambar: reportasepantura.com]

MediaTani – Petani di kabupaten Sragen, Jawa Tengah tengah cemas akibat kurangnya debit air yang mengaliri sawah dan lading mereka. Hal tersebut didorong oleh masuknya musim kemarau yang ditandai tidak turunnya hujan selama satu bulan terakhir. Keadaannya bertambah parah setelah waduk brambang dan waduk gembong yang menjadi tumpuan petani setempat mengalami penyusutan.

“Sebenarnya, tanah di sini itu sangat subur. Namun, kami hanya bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Sisanya kami menanam jagung jika sudah memasuki musim kemarau,” kata Suyanto, 40, warga Dusun Brojol, Desa Brojol, Sabtu (6/6/2015).

Baca Juga :   Pemprov Sulteng, Fokus Kembangkan Pangan Lokal

Suyanto menerangkan, para petani di Desa Brojol sudah terbiasa gagal panen karena faktor kekeringan. Para petani juga kerap memanen padi lebih dini lantaran batang tanaman sudah kering duluan. Padahal, biji padi belum saatnya untuk dipanen.

“Para petani di sini menyebutkanya dengan istilah gabuk. Isi gabah tidak penuh karena belum saatnya dipanen. Tapi kalau tidak lekas dipanen, tanaman padi keburu kering dan mati. Padahal kalau digiling, beras itu akan mudah patah-patah. Kalau sudah seperti itu, harganya juga turun,” jelas Suyanto.

Baca Juga :   Gerakan Tanam Padi di Lampung akan dibuka oleh Menteri Pertanian

Begitupun dengan yang dikeluhkan pardi (35), petani asal Saradan. Dirinya menerangkan bahwa, susutnya air di waduk brambang sangat mengkhawatirkan apalagi kondisi tanaman padi miliknya tengah mulai berbuah.

“Sekarang biji tanaman padi sudah keluar. Pada akhir Juni hingga awal Juli nanti, kemungkinan tanaman padi sudah bisa dipanen. Tapi, tidak adanya pasokan air membuat kami waswas,” terang Pardi, petani asal Saradan seperti dikutip solopos.com.

Hasil penelusuran mediatani.com menemukan sebagian petani bahkan memanfaatkan surutnya waduk brambang untuk ditanami tanaman jagung dan sayur-sayuran seperti sawi, kangkung dan kacang tanah. (DRM)

Share :

Baca Juga:

Inspiratif

Pemerintah Harus Memanfaatkan Hasil Penelitian Bidang Perikanan

Inspiratif

Misekta Unhas Gelar AGRI FESTIVAL 2015

Inspiratif

Hadapi El Nino, Kementan Siapkan Bantuan 20.000 Pompa

Inspiratif

Kementan Kesulitan Cegah Alih Fungsi Lahan

Inspiratif

Mentan: Stok Bawang Merah Aman, Harusnya Harga Normal

Inspiratif

Pertanian Indoor Terbesar Di Dunia, Produksi Mencapai 100 Kali lebih Besar Dari Pertanian Biasa

Inspiratif

15 Poin Hasil Rakernas Kementerian Pertanian Tahun 2015
Wisata Ditengah Perkebunan Sawit

Berita

Rawa Tak Produktif Disulap Jadi Destinasi Wisata di Tengah Perkebunan Sawit