Home / Inspiratif

Senin, 9 Maret 2015 - 07:17 WIB

Reformasi Pertanian Ala Jokowi Tidak Tepat

MediaTani – Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan lahan sebanyak 9 hektar kepada petani, dinilai tidak tepat oleh berbagai kalangan. Misalnya peneliti Pusat Studi dan Dokumentasi Agraria Indonesia Sajogyo Institute, Gunawan Wiradi. Ia menilai kunci untuk mereformasi sektor agraria ialah memperbaiki birokrasi pertanian.

Gunawan Wiradi

“Problem reformasi agraria ini masalahnya jangka panjang, jadi bagi-bagi lahan yang dilakukan Presiden bukanlah semangat reformasi agraria karena dasarnya reformasi kan adalah perubahan sistem pengelolaan pertanian,” ujar Gunawan di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Baca Juga :   Gunung Soetopo, Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Buah Naga

Kemudahan akses lahan bagi masyarakat, menurutnya, merupakan kewajiban negara pada masyarakat. Aturan ini bahkan telah tertuang di perjanjian internasional.

“Kewajiban pemerintah untuk memberikan akses lahan sebenarnya merupakan hasil Konferensi Taormina di Italia pada tahun 2003. Jadi ini merupakan kewajiban pemerintah, dan tidak ada unsur reformasinya,” tuturnya.

Baca Juga :   Enam Gubernur Janji Menambah Stok Beras Nasional

Gunawan menambahkan, reformasi agraria bisa terealisasi apabila terdapat pemisahan antara elit penguasa, swasta serta keberadaan organisasi pertanian yang kuat.

“Jika tidak ada unsur tersebut, maka konteks reformasi agraria hanya akan menciptakan konflik kepentingan,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Tingkatkan Daya Ingat Dengan Aroma Tanaman Ini

Inspiratif

Ekspor Buah Manggis Ke China Kembali Menggeliat

Inspiratif

Swasembada Beras 2017 Terancam Gagal

Inspiratif

Prancis Mewajibkan Bangunan Baru Beratap Tanaman

Inspiratif

Tanaman Air Masih Eksis Di Pasar Tanaman Hias

Inspiratif

Kementan Dan BKPM Sinergi Susun Aturan UU Hortikultura

Inspiratif

Petani Bisa Jualan di Toko Online Pertanian Oleh Kementan

Inspiratif

Produksi Tanaman Pajale 2015 Meningkat