Home / Nasional

Rabu, 2 September 2015 - 07:38 WIB

Sejumlah Kios Di Kota Bogor Kedapatan Jual Pupuk Bersubsidi

MediaTani.com – Pengecer pupuk bersubsidi ilegal marak di Kota Bogor. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor menemukan hampir sejumlah kios kedapatan menjual pupuk bersubsidi.
Padahal berdasarkan peraturan, pupuk bersubsidi hanya disalurkan ke kelompok tani. Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, maka daerah berkewajiban mengawasi penyalurannya agar tepat sasaran.
Sebab, jika penyaluran pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat tidak sampai tepat sasaran maka akan merugikan para petani. Dia menjelaskan, pupuk subsidi yang turun di dalam suatu wilayah berdasarkan usulan yang dilakukan oleh kelompok tani melalui pemkot, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi hingga pusat.
”Kuotanya sudah sesuai dengan usulan di wilayah untuk petani. Makanya, besok (hari ini, red) kami akan melakukan pertemuan dengan tim pengawasan pupuk bersubsidi Kota Bogor,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Belum lama ini, pihaknya bersama Dinas Pertanian melakukan penelusuran ke sejumlah penjual pupuk di Kota Bogor yang kedapatan menjual pupuk bersubsidi. Hasilnya, terdapat enam kios menjual pupuk bersubsidi secara eceran.
Padahal, pupuk bersubsidi itu tidak boleh dijual eceran lantaran sudah dikemas secara per paket dengan berat 20 kilogram, 40 kilogram, dan 50 kilogram.
“Kalau menurut pengakuan distributor sih cuma ada tiga kios resmi penjual pupuk subsidi di Kota Bogor, sisanya dapat pupuk subsidi dari mana?” kata dia.
Menurutnya, prinsip dagang yang dijalankan para penjual pupuk belum mengikuti aturan distribusi yang ada. Melainkan masih mengikuti kemampuan sendiri agar memperoleh keuntungan.
“Seharusnya pemilik kios itu menanyakan kepada pembelinya dari kelompok tani mana, jangan asal jual. Itu kan memang sudah dijatah untuk kelompok tani, bukan untuk umum,” tegasnya. (RB)

Share :

Baca Juga

Nasional

Panen Bawang Merah, Petani Sukabumi Kantongi Rp 195 Juta Per Hektar
Dokumen Kementan

Berita

Stabilkan Harga, Kementan Gelar Operasi Pasar Telur Ayam

Nasional

Mentan SYL Beberkan Capaian dan Program Terobosan Dalam Pertemuan G20

Nasional

Sukabumi dilanda kekeringan, Mentan imbau Petani Ikuti Program Asuransi

Berita

Program Kemitraan Petani Dinilai Masih Lemah

Berita

Waspada Konsumsi Jamur Enoki !

Berita

Petani Di Lembang Belum Tahu Soal Kartu Tani
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Kegiatan Uji Coba Bahan bakar B100 di Kementerian Pertanian. Senin 15/4/2019

Berita

Terobosan Kementan, B100 Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan