Home / Inspiratif

Selasa, 3 Maret 2015 - 19:58 WIB

Upaya Perum Perhutani Kembangkan Sistem Pertanian Terpadu

Sistem Pertanian



MediaTani – Perum Perhutani bakal menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Pemprov Jateng untuk mengembangkan sistem pertanian terpadu (Integrated Farming System).

“Terkait Food Estate kita mau tidak mau ikut. Karena itu sekarang Perhutani sedang bekerja sama dengan UGM dan Pemprov Jawa Tengah untuk mengembangkan sistem pertanian terpadu. Saat ini baru sampai pilot project dengan lahan 146 hektar di Jawa Tengah, nantinya akan ada lahan  seluas 5.000 hektar di Jawa Tengah (untuk food estate),” jelas Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, saat ditemui wartawan Kompas Selasa (3/3/2015).

Baca Juga :   Trend Batu Akik Bakal Senasib Tanaman Atthurium

Lanjut Mustoha mengatakan, pengembangan sistem pertanian terpadu akan menggunakan beberapa konsep, di antaranya adalah zona kawasan hutan adaptif. Yang menurutnya, lahan perhutani akan diberi jarak untuk memberi ruang bagi masyarakat setempat untuk menaman tanaman holtikultura.

“Menggunakan konsep zona kawasan hutan adaptif, di mana jarak tanam yang tidak konvensional bisa 6×2 meter, bisa 10×2. Dengan memperlebar jarak tanam, masyarakat bisa manfaatkan ruang untuk menanam padi atau jagung, sehingga bisa menaikkan produktivitas,” jelas Mustoha.

Selain itu, Perum Perhutani juga meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanian untuk subsidi pupuk dan benih unggul dan mengembangkan pengolahan secara mekanis melalui hand tractor.

Baca Juga :   Waduk Jatigede Digenangi, Petani Padajaya Kehilangan Kerja

Mustoha mengatakan Perum Perhutani siap menjadi off taker (pembeli langsung) dari petani untuk menghindari pembelian dari pengijon-pengijon. Untuk rencana ini, Perum Perhutani berencana mempunyai anggaran sebesar Rp 200 miliar.

“Perhutani akan bertindak sebagai off taker untuk food estate. Supaya menghindari pengijon-pengijon yang membeli dengan harga murah dari petani. Kita juga akan membangun gudang jika diperlukan,” kata Mustoha.

“Perhutani juga mendukung ketahanan daging, baru dikembangkan dan sudah direspon positif. Karena ternyata pengusaha daging kesulitan mencari areal untuk peternakan, dimana Perhutani punya,” jelas Mustoha.

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Sistem Tanam Legowo Dongkrak Produksi

Inspiratif

Erupsi Gunung Sinabung Merusak Lahan Pertanian Milik Warga Seluas 50 Hektare

Inspiratif

Waduk Jatigede Mampu Genangi 66 Ribu Hektare Sawah

Inspiratif

Petani Korban Sinabung Segera Terima Bantuan Kementan

Inspiratif

Daerah Lainnya Banjir, Petani di Kanor Malah Nikmati Panen Raya

Inspiratif

Petani Demonstrasi Tuntut Pupuk Bersubsidi

Inspiratif

Tanaman Air Masih Eksis Di Pasar Tanaman Hias

Inspiratif

Faktor Mempengaruhi Pematangan Buah