Home / Inspiratif

Senin, 8 Juni 2015 - 14:18 WIB

Waspada, Pupuk Palsu Mulai Beredar

Ilustrasi Pupuk Palsu [Gambar: liputanmedan.com]

MediaTani – Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengimbau supaya petani mewaspadai pupuk palsu. Terutama, saat musim tanam gadu pertama 2015. Pasalnya, akhir-akhir ini, penjualan pupuk palsu marak terjadi di sejumlah daerah di Jabar.

“Berdasarkan informasi yang kami serap pupuk palsu masih beredar di sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan, 60 persen di antaranya beredar di Jawa Barat,” kata Ketua Umum KTNA Winarno Tohir, saat menghadiri rentetan acara haru jadi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) ke-40, di Cikampek, Minggu (7/6/2015).

Menurut dia, bahan yang terkandung dalam pupuk abal-abal itu merupakan zat berbahaya, salah satunya mengandung zyolin. Jika terus-terusan dipakai untuk pupuk tanah, maka tanahnya akan cepat kering. “Zyolin ini merusak unsur hara tanah,” jelas dia.

Baca Juga :   Kopi, Ladang Bisnis Kekinian Kaum Milenial

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada petani supaya tidak terjebak dengan pupuk tersebut. Apalagi dengan embel-embel harga murah. Mereka harus jeli dalam membeli pupuk untuk areal pertaniannya.

Produsen pupuk yang berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, PT Pupuk Kujang mengimbau agar para petani hati-hati saat membeli pupuk majemuk menyusul maraknya peredaran pupuk palsu.

“Peredaran pupuk palsu sudah banyak terungkap di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Jadi, hati-hati saat membeli pupuk,” kata Aby Radityo, Superintendent Informasi dan Komunikasi Departemen Humas PT Pupuk Kujang, di Karawang, Minggu (7/6/2015) seperti dikutip Antara.

Baca Juga :   5 Tips Beternak Burung Puyuh Hutan, Sederhana, Mudah dan Menguntungkan

Ia mengatakan, cara membedakan pupuk majemuk yang asli dengan palsu itu sebenarnya bisa dilihat dari kemasannya. Jika pembeliannya dilakukan dengan teliti, maka petani akan terhindar dari pupuk palsu. Menurut dia, selain kemasan, pupuk palsu juga bisa diketahui dari penamaan merk, warna pupuk, serta harga jual pupuk. Jika tidak sesuai dengan yang asli, maka jelas pupuk itu palsu. (ITA)

Share :

Baca Juga:

Berita

Modal NgeYoutube, Muhtasim Berhasil Budidaya Anggur hingga Jual Bibit

Agribisnis

Peternak Milenial Omzet Ratusan Juta, Khoiri: Salah Satu Kunci Sukses ialah Rutin Ngaji

Inspiratif

Inilah 5 Tantangan Kementerian Pertanaian pada Era Kabinet Kerja
Contoh Penerapan Lampu di Kebun Buah Naga

Berita

“Cahaya Untuk Sang Naga”, Cara PLN Lejitkan Produktivitas Para Petani

Inspiratif

Model Pengairan Sistem Hidroponik

Inspiratif

Perbedaan Berbagai Jenis Buah Mangga Lokal

Inspiratif

Setelah Dianggap Punah Tanaman Ini Kembali Ditemukan Di Selandia Baru

Berita

Air Bawang Putih Bisa Dipakai Usir Hama pada Tanaman, Cara Buatnya Mudah