38 Kambing Warga Hilang Misterius, Peternak Merugi Puluhan Juta

  • Bagikan
Salah satu peternak menunjukkan kandang kambingnya/via jatimnow/IST

Mediatani – Puluhan kambing milik warga Junrejo, Kota Batu diketahui mendadak hilang. Hewan ternak itu pun diduga hilang dicuri. Warga kini menjadi resah karena kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.

Melansir, Jumat (9/4/2021) dari situs detik.com, dalam kurun waktu satu bulan saja, tercatat ada 38 ekor kambing milik warga yang hilang misterius.

Sebagaimana yang disampaikan Puriyanto (57), warga Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kota Batu. Dalam sepekan saja, Puriyanto kehilangan 9 ekor kambing.

Kejadian pertama terjadi pada Maret 2021, dan terakhir kali kehilangan kambing pada Jumat (2/4/2021), lalu.

“Pertama yang hilang 5 ekor, lalu 4 ekor, total 9 ekor. Kalau dihitung kerugiannya mencapai Rp 27 jutaan. Soalnya badannya besar-besar,” jelas Puriyanto kepada wartawan, Kamis (8/4/2021), dilansir dari detik.com.

Puriyanto menceritakan, pertama kali mengetahui kambingnya hilang saat pagi hari. Pada saat itu, dirinya hendak memberi makan hewan ternaknya.

“Kalau pencurian pertama gak tau saya, tiba-tiba hilang. Yang kedua itu awalnya ada orang mencurigakan mondar-mandir lewat mengendarai sepeda motor Honda BeAT menggunakan helm warna merah,” bebernya.

Pasca kehilangan ternak kambing, Puriyanto hanya melaporkan kepada pengurus RT setempat.

Naasnya, ternyata bukan Puriyanto saja menjadi korban, akan tetapi ada warga lainnya. Beberapa korban lain juga mengaku kehilangan kambing, seperti Saimun warga Dusun Jeding kehilangan 11 ekor, pertama 8 lalu 3 ekor.

Lalu Supri yang kehilangan 13 ekor, Kasihan 3 ekor, dan Mislan 2 ekor. “Harapan saya ya segera tertangkap pelakunya. Jujur sangat meresahkan warga. Susah-susah kita beternak, tapi malah dicuri,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan mengaku bingung dengan aksi teror kambing hilang milik warga.

Tidak tahun ini saja, tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi kehilangan kambing di dekat rumahnya.

Diceritakan Faisal, kambing warga yang hilang di dekat rumahnya ternyata telah disembelih oleh pelaku di dekat kandang.

Dirinya tak habis pikir pelaku menyembelih langsung kambing di dekat kandang tempat mereka mencuri.

“Itu terjadi di lingkungan RW saya beberapa tahun lalu. Memang musiman, sebelumnya juga ramai pencurian hasil pertanian yaitu bawang merah,” tegas Faisal.

Untuk mengantisipasi adanya pencurian lagi, warga sudah menjalankan ronda malam. Meskipun begitu, pencuri masih bisa leluasa mencuri puluhan kambing milik warga.

Andi mengajak agar peningkatan keamanan dilakukan bersama-sama, tidak sekadar oleh Pemerintah Desa Junrejo semata.

Sementara itu, kebakaran yang menimpa pasar kambing mengakibatkan ratusan hewan ternak diungsikan pedagang akibat kebakaran yang terjadi di Pasar Kambing, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021), kemarin.

“Diungsikan ke SD, 14 sapi, kambing 150-an, langsung diseret pindahin. Ramai-ramai,” kata salah seorang pedagang Pasar Kambing, Ismail, seperti dikutip dari situs CNBC Indonesia, Jumat (9/4/2021).

Sekolah tersebut, diketahui berada tak jauh dari lokasi kebakaran.

Berdasarkan keterangan Ismail, kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Api, sambung dia, bermula dari api yang terjadi di Pasar Inpres Kebon Melati.

Namun, karena angin yang bertiup cukup kencang, api juga turut menjalar ke Pasar Kambing yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Inpres tersebut. “Pasar Kebon Melati merembet ke Pasar Kambing, awalnya kecil. Terus kena angin,”ujar Ismail.

Sementara itu, Damkar DKI Jakarta menyebutkan terjadi kebakaran pemukiman penduduk yang berlokasi di Kebon Melati, Tanah Abang.

Kabar terbaru dari saksi mata menyebutkan kebakaran melanda Pasar Kebon Melati dan Pasar Kambing, Tanah Abang, yang menghanguskan ratusan kios yang berada di pasar tersebut.

Salah seorang warga, Tirtom mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurutnya, api berasal dari salah satu kios.

“Ada ledakan, kabel juga meledak, terus api menjalar. Di sini sekitar 100 kios, Pasar Kebon Melati, enggak ada rumah warga,” kata Tirtom, melansir dari situsyang sama.

Tirtom mengatakan kebakaran terjadi saat pasar masih ramai pengunjung. Menurutnya, petugas pemadam langsung datang tak lama terjadi kebakaran.

“Sekitar 10 menit udah datang, cuma ini susah masuk,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, petugas tengah berusaha memadamkan api. Puluhan petugas dibantu warga menyemprotkan air ke titik api.

Api terlihat sudah semakin mengecil, namun asap masih mengepul. Sementara itu, warga sekitar tampak memenuhi area yang terbakar. Listrik di lokasi kebakaran terpantau mati.

Hanya saja belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut. (*)

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version