5 Tanaman Hias Merambat Bikin Suasana Teduh di Rumah, Ada Tanaman Asal Ternate (P2-Habis)

  • Bagikan
Kembang Telang/IST

Mediatani – Ini merupakan penulisan part 2 pada berita sebelumnya yang berjudul 5 Tanaman Hias Merambat yang Bikin Suasana Teduh, Ada Sirih Gading & Pink Jasmine (P-1).

Tanaman hias merambat pun tentunya bisa jadi pilihan terbaik kamu ya, untuk membawa nuansa alam nan teduh di rumah Anda.

Apalagi tanaman hias yang merambat pun dapat difungsikan sebagai pembatas, serta menambah tekstur pada furnitur maupun sisi ruangan yang kosong.

Berikut ini rekomendasi tanaman hias merambat terbaik disadur Senin (22/2/2021) dari sumber yang sama, cnnindonesia.com, yang dapat tumbuh di dalam rumah maupun pekarangan Anda.

1. Sukulen tasbih

Sukulen tasbih/IST

Tanaman Sekulen Tasbih ini tumbuh merambat dengan sukulen seperti manik-manik yang menjuntai. Nama umum lainnya untuk sukulen tasbih ialah Senecio Rowleyanus atau String of Pearls.

Dikarenakan masih tergolong tanaman sukulen, tanaman ini tak membutuhkan banyak air. Ini pun menjadikan sukulen tasbih sebagai tanaman hias merambat yang mudah dirawat di rumah.

Yang perlu kamu lakukan ialah, menaruhnya di pot gantung atau ambalan dinding dan letakkan di lokasi yang terang dengan sinar matahari yang cukup setiap hari.

Tanaman ini dapat juga menciptakan efek air terjun lantaran batang-batangnya menjuntai ke bawah. Batangnya pun dapat tumbuh sepanjang 60-90 cm.

Tak ampai di situ, pada setiap musim panas, sukulen tasbih akan memekarkan bunganya yang berbentuk seperti terompet kecil dengan bau mirip kayu manis.

2. Air Mata Pengantin

Air mata pengantin/IST

Air mata pengantin (Antigonon) merupaan tumbuhan rambat yang khas dengan warna bunga merah jambu keunguan. Pada masa kolonial Belanda, air mata pengantin nyatanya banyak ditanam di taman dan pekarangan.

Laju pertumbuhan tanaman hias ini pun tergolong cepat. Air mata pengantin dapat tumbuh di pekarangan atau kebun hingga 6 meter, sedangkan di alam liar tingginya juga mencapai 9-12 meter dalam kurun waktu 2-5 tahun.

Selain itu, tanaman ini pun tahan panas maupun hidup dalam kondisi kering. Lantaran punya daun yang rimbun, tanaman ini juga cocok untuk merambat di pagar, tiang, kanopi, maupun teralis. Bisa pula untuk menutupi tembok yang tak sedap dipandang.

3. Melati Belanda

Melati Belanda/IST

Melati belanda atau biasa dikenal Chinese honeysuckle pula oleh masyarakat Indonesia disebut dengan ceguk. Tanaman perdu ini memiliki akar merambat yang bisa mencapai tinggi 2,5-8 meter, sedangkan cabangnya pun banyak bisa tumbuh hingga 20 meter di iklim yang hangat.

Mulanya, tanaman hias melati belanda ini tumbuh di semak belukar di beberapa wilayah di Asia Tenggara kemudian dibudidayakan di banyak wilayah tropis maupun subtropis.

Melati belanda akan memekarkan bunganya setiap musim panas. Bentuknya mirip terompet yang menjuntai dan berwarna-warni, yakni putih, merah jambu, hingga merah.

Selain sebagai tanaman hias, melati belanda juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutamanya untuk detoks dan membersihkan tubuh dari parasit.

4. Begonia Rex

Begonia Rex/IST

Tanaman rambat lainnya yang dari klasifikasi begonia ini memiliki daun berbentuk hati dengan corak yang sangat menawan. Warnanya pun merah anggur kombinasi guratan putih menambah kesan kontras pada teralis maupun tembok rumah.

Begonia rex bisa jadi pilihan bagi Anda yang bosan dengan tanaman hias dominasi warna hijau. Batang pada tanaman ini pula berwarna merah anggur serupa daunnya.

Untuk memaksimalkan pertumbuhannya, letakkan Begonia rex di ruangan yang tak terkena sinar matahari secara langsung seperti menghadap jendela. Di samping itu juga pastikan untuk menyirami tanahnya cukup sering karena tanaman ini menyukai tanah yang lembap.

Bisa juga kamu menambahkan bebatuan atau kerikil di alas pot agar meningkatkan kelembapannya.

5. Kembang Telang

Kembang Telang/IST

Tanaman hias merambat yang terakhir adalah dengan nama binomial Clitoria ternatea. Tanaman ini biasa ditemukan liar di pekarangan atau tepi hutan.

Merujuk namanya yang unik, jenis tanaman ini diperkirakan berasal dari Pulau Ternate, kemudian menyebar ke seluruh wilayah tropis.

Tanaman kembang telang juga dapat mencapai panjang sampai 3 meter, dengan masing-masing sulur (batang panjat) 30 cm – 2,5 meter.

Bunganya juga berwarna biru dan ungu terang membuatnya banyak ditanam di pekarangan rumah. Selain sebagai dekorasi taman, tanaman ini juga memiliki manfaat pertanian dan khasiat medis berdasarkan sejumlah penelitian.

Mulai dari penggunaan obat tradisional hingga modern, pewarna makanan, minuman penyegar seperti seperti wedang telang, pewarna kosmetik, campuran insektisida ramah lingkungan, hingga campuran pakan ternak. (*)

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version