Cara Mudah Recycle Barang Bekas Menjadi Wadah Tanaman

  • Bagikan
wadah bekas untuk tanaman

Mediatani – Faktanya, menggunakan barang-barang yang tidak terpakai sebagai pekebun jauh lebih keren karena mencerminkan gaya hidup yang sepenuhnya ramah lingkungan.

Tinggal di kota besar dengan lahan yang terbatas membuat kita harus berkreasi dalam bertani. Salah satu pilihannya adalah dengan menanam taman kontainer, yaitu. menanam tanaman di dalam wadah, bukan di tanah.

Cara ini bisa dilakukan di balkon atau di dalam ruangan. Agar cara berkebun dalam wadah lebih menarik, kita perlu melakukan penyesuaian jenis tanaman, yaitu dengan cara memilih tanaman yang menghasilkan bunga dengan warna yang berbeda dan memilih dedaunan yang bentuk dan warna yang bervariasi.

Kedua hal ini dilakukan agar taman kecil kita terlihat lebih hidup dan tidak membosankan. Ditambah lagi, kita bisa berkreasi dengan berbagai wadah yang kita gunakan.

Dengan ini bisa membuat gaya hidup ekologis dan mampu memanfaatkan berbagai barang bekas yang tersedia di rumah untuk bercocok tanam.

Dikutip dari laman dbs.com berikut adalah barang bekas yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di rumah:

1. Kaleng

Cara paling paling mudah dengan mengosongkan kaleng dan memasukkan tanah serta tanaman ke dalamnya. Tapi cara yang terbaik adalah:

• Buat 3-4 lubang di bagian bawah dengan kaleng, agar kelebihan air keluar dari sini. Tentunya dengan cara ini kita harus meletakkan kaleng tersebut di balkon atau di luar.

• Pilihan lainnya adalah dengan memasukkan bahan pengatur air ke dalam kaleng. Misalnya arang atau batu bata untuk menyerap air, yang harus disimpan sebelum ditambahkan tanah. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan batu-batu kecil sebagai lapisan untuk mencegah penumpukan air yang berlebihan di dalam tanah.

kaleng yang baik adalah kaleng bekas buah-buahan, sayur-sayuran atau kacang-kacangan. Jangan lupa dibersihkan sebelum ditanam.

2. Food container

Wadah makanan yang tidak terpakai paling baik digunakan untuk menabur benih. Kita bisa menggunakan kotak plastik yang pemeberian restoran untuk pesan-antar makanan.

Penutup makanan menjaga wadah tetap lembab, hal ini disukai oleh benih tanaman. Perhatikan ukuran wadah makanan saat bibit mulai tumbuh. Jika naik lebih tinggi, segera buka tutupnya.

3. Botol kaca

Gunakan botol berwarna hijau tua atau coklat untuk melindungi tanaman dari cahaya berlebih yang menyebabkan lumut.

Selain itu,warnanya yang gelap membuat botol tetap bersih. Sebaiknya gunakan botol 0,5-1 liter.

4. Botol palstik

Cara termudah untuk menggunakan botol plastik sebagai penanam adalah dengan memotongnya menjadi dua. Masukkan air ke dasar botol, balikkan bagian atas botol sehingga bagian leher menghadap air.

Kemudian bagian atasnya kita isi dengan media tanam seperti tanah, sekam atau kompos. Letakkan kain kasa tipis di atas bukaan botol untuk mencegah media pot tumpah melalui leher botol. Opsi lain untuk menggunakan botol plastik, seperti menggantungnya di dinding.

5. Wadah karton tempat telur

Wadah karton bekas tempat telur sangat tepat untuk menyemai benih. Jika bibit sudah mulai besar maka di pindahkan ke tempat yang lebih besar dengan cara memotong wadah karton tersebut.

6. Gelas kopi dari kertas bekas

Cocok untuk menabur benih. Ingatlah untuk meninggalkan bagian bawah lubang untuk mencegah kelebihan air masuk ke media tanaman. Jika sudah siap ditanam, dapat menariknya langsung dari dasar gelas atau mengeluarkannya secara keseluruhan dan memasukkan gealas kopi kertas ke dalam wadah pembuatan kompos.

7. Tabung tissu toilet

Tabung tissue toilet yang biasa kita buang jika tisu habis, bisa dipotong-potong untuk dijadikan pot tempat bibit tanaman. Ini dapat digunakan dengan dua cara. Cara termudah adalah menempatkan tabung di atas alas yang berisi tanah dengan bibit tanaman.

Cara kedua yang sedikit lebih rumit yaitu bagian bawah tabung dipotong dan dilipat sehingga menjadi bagian bawah pot. Dengan begitu, tanah tidak terciprat saat mengangkat tanaman.

Merawat tanaman dapat menjadikan rumah semakin cantik dan asri. Deretan wadah daur ulang semakin menarik jika diletakkan di rak dinding atau rak yang bentuknya seperti tangga dinding.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version