Ikan Sturgeon yang Diduga Telah Berumur Seratus Tahun Ditemukan di Sungai Detroit

  • Bagikan
Seorang dari Tim survei Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS berbaring di samping ikan sturgeon danau raksasa.

Mediatani – Seekor ikan raksasa berjenis sturgeon ditemukan di Sungai Detroit, Amerika Serikat. Ikan tersebut ditemukan oleh seorang ahli biologi Amerika Serikat (AS), John Fischer bersama krunya saat melakukan survei populasi ikan strurgeon tersebut.

Ikan sturgeon yang memiliki berat 108,8 kg itu didapatkan setelah kru dari Fischer memasang tali pengikat dengan kait untuk menangkapnya.

Salah satu anggota dari Dinas Ikan dan Satwa Liar yang berbasis di Michigan itu menemukan ikan sturgeon berjenis kelamin betina dengan panjang 208,2 cm yang diduga telah berusia sekitar 100 tahun.

Ikan sturgeon yang ditemukannya itu merupakan ikan terbesar yang pernah mereka tangkap. Sebelumnya, rekor berat ikan hasil tangkapannya adalah 55,7 kg. Diperkirakan, hasil tangkapan ini juga adalah ikan sturgeon danau terbesar yang pernah tercatat di AS.

Diketahui dalam sebuah postingan di Facebook, kantor konservasi itu mengungkapkan bahwa jika sturgeon itu telah berusia 100 tahun, berarti kemungkinan ia menetas di Sungai Detroit sekitar 1920, saat Detroit mulai menjadi salah satu kota terbesar di Amerika.

“Saat berada di dalam air, Anda tidak memiliki referensi yang bagus untuk ukuran sampai Anda benar-benar mencoba mendapatkan jaring di atasnya,” ungkap Fischer.

Fischer menambahkan bahwa ikan tersebut tidak muat di dalam jaring, dan hanya dapat disimpan di dalam keranjang sedalam empat atau lima kaki yang dimilikinya di atas kapal.

Bahkan untuk mengangkat ikan itu dari air dan membawanya naik ke kapal, Ia membutuhkan bantuan dari ketiga rekannya.

“Upaya yang melelahkan,” ujar Fischer.

Tim Ikan dan Margasatwa AS kemudian melakukan identifikasi dengan mengambil data penimbangan, mengukur, dan mengambil foto ikan. Kemudian mereka memberi tanda pada ikan tersebut untuk menunjukkan bahwa ikan tersebut pernah diidentifikasi atau ditangkap sebelum dilepaskan kembali ke air.

US Fish and Wildlife Service melakukan serangkaian upaya setiap tahun untuk mensurvei St Clair-Detroit River System. Hal tersebut dilakukan untuk lebih memahami populasi ikan sturgeon danau dimulai pada tahun 2001.

Ikan danau sturgeon ini telah ditetapkan sebagai spesies yang terancam di Michigan. Hal itu setelah ikan ini mengalami banyak hal, termasuk akibat mulai maraknya penangkapan ikan komersial yang terus terjadi sejak awal 1900-an.

Masa itu merupakan periode penangkapan yang berlebihan, dan hilangnya habitat yang disebabkan oleh pembangunan jalur pelayaran dan bendungan untuk anak sungai. Menurut US Fish and Wildlife Service, semua hal itu yang menyebabkan turunnya populasi ikan sturgeon.

“Mengingat usia ikan ini, mungkin sekitar saat beberapa perikanan komersial yang lebih besar terjadi di Great Lakes pada awal 1990-an,” ujar Fischer.

Fischer berpikiran bahwa hal yang paling mengesankan saat ini adalah ketika segala upaya tersebut dapat dikurangi atau dihindari oleh manusia.

Saat ini beberapa lembaga dan universitas, termasuk Departemen Sumber Daya Alam Michigan dan Michigan Sea Grant, tengah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan habitat sturgeon di Sungai Detroit dan Sungai St Claire, hingga jumlah ikan yang dilahirkan dapat meningkat.

“Senang sekali melihat ikan tua dan besar ini. Tapi salah satu proyek yang melibatkan kantor kami adalah melacak ikan yang lebih muda. Itu benar-benar akan memberi kita indikasi apakah ikan bertahan hingga usia di mana mereka dapat bereproduksi dan berkontribusi pada generasi mendatang?” ujarnya.

James Diana, seorang Profesor Emeritus Perikanan dan Akuakultur di University of Michigan, mengungkapkan bahwa sturgeon merupakan jenis ikan yang sangat sehat yang memiliki kemampuan untuk bertahan dalam situasi yang cukup menegangkan.

Dia mengatakan ikan ini dapat terus tumbuh dan hidup cukup lama. Biasanya ia dapat hidup sekitar 60 hingga 80 tahun. Namun, ketika lebih dari 100 tahun, sudah bukan lagi hal yang biasa.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version