Ini yang Akan Terjadi Jika Tak Ada Lebah di Muka Bumi

  • Bagikan
lebah
ilustrasi: Lebah yang tidak hidup lagi

Mediatani – Selain petani, peranan lebah sangatlah penting dalam memenuhi kebutuhan pangan umat manusia. Ada sekitar 20.000 spesies lebah didunia, mulai dari jenis lebah madu, bumblebee dan lebah soliter (hidup sendiri).

Bumbleebee adalah jenis lebah yang gemuk dan berbulu, namun tidak menghasilkan lebih banyak madu jika dibandingkan dengan lebah madu. Sedangkan, lebah soliter lebih memilih hidup sendiri di alam liar tanpa membuat sarang bersama kelompoknya.

Lebah berperan penting sebagai polinator yang membantu proses penyerbukan tanaman dengan berpindah-pindah dari tanaman satu ke tanaman lainnya sambil mengumpulkan nektar sebagai sumber makananya.

Saat proses perpindahan itulah, lebah membawa serbuk sari yang tertempel di bagian anggota tubuhnya dan kemudian akan bertemu dengan putik hingga terjadilah proses reproduksi alami pada tumbuhan.
Setelah pembuahan terjadi, tanaman akan tumbuh memproduksi buah, sayuran, biji dan bagian tanaman lainnya yang juga tidak kalah penting.

Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature’), ada lebih dari 800 spesies lebah liar di Eropa, 7 diantaranya termasuk golongan spesies yang sangat terancam punah, 46 spesies terancam punah, 24 spesies rentan dan 101 lainnya hampir terancam. Hilangnya spesies lebah akan memberikan dampak yang signifikan terhadap proses penyerbukan di seluruh dunia dimana produksi tanaman pangan akan terganggu.

Meskipun proses penyerbukan bisa dilakukan dengan bantuan makhluk hidup lain, seperti dari jenis kupu-kupu dan serangga lainnya. Ancaman terhadap keberadaan polinator lain pun juga sedang berlangsung.

Dalam artikel yang dirilis The Conversation, sebanyak 40% spesies serangga menurun dimana serangga mengalami ancaman kepunahan delapan kali lebih besar dari pada vertebrata. Di Jerman, peneliti mencatatat bahwa 75% dari total keseluruhan serangga yang dibesarkan di wilayah konservasi menunjukkan nilai penurunan yang drastis.

Ancaman Keberlangsungan Kehidupan Lebah

Penyebab terancamnya kelangsungan hidup lebah yang paling utama adalah hadirnya spesies invasif, aplikasi pestisida yang sudah diambang batas dan kerusakan habitat lebah.

Spesies invasif adalah spesies pendatang di suatu wilayah yang hidup dan berkembang biak di wilayah tersebut dan menjadi ancaman bagi keragaman hayati, sosial ekonomi, maupun kesehatan pada tingkat ekosistem, individu, maupun genetik.

Spesies seperti predator invasif, parasit dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen telah memusnahkan koloni lebah madu di seluruh dunia.

Contoh predator invasif yang paling merugikan adalah jenis Asian Hornet. Di Eropa spesies ini memangsa lebah madu dan bahkan juga merusak sarang lebah madu. Selain itu, menurunnya jumlah spesies lebah juga disebabkan oleh serangan jamur dan bakteri patogen.

Meskipun secara alami lebah memiliki sistem pertahanan dalam tubuhnya terhadap beberapa bentuk jamur dan bakteri patogen. Kemungkinan penggunaan pestisida yang berlebihan dinilai dapat mempengaruhi sistem imun ditubuhnya dalam melawan patogen yang menyerang.

Sistem pertanian intensif yang cenderung mengaplikasikan pestisida kimia secara berlebihan juga menjadi penyebab penurunan jumlah polinator. Penggunaan insektisida yang awalnya ditujukan untuk membunuh serangga yang termasuk pada golongan hama pada akhirnya membunuh serangga lain yang berperan sebagai polinator maupun musuh alami.

Tidak hanya itu, aplikasi herbisida (pestisida untuk membunuh gulma) juga berkontribusi pada hilangnya tanaman liar yang dibutuhkan lebah untuk mencari makan. Ketika jumlah sumber makanan berkurang maka spesies pun rentan mengalami kematian.

Habitat yang rusak akibat berkurangnya kualitas lingkungan berkaitan dengan penurunan keanekaragaman hayati dan serangga yang membantu proses penyerbukan. Budidaya pertanian yang tidak mempertimbangkan faktor ekologi lingkungan akan merusak habitat lebah dan serangga polinator lainnya untuk tujuan membuat sarang.

Pentingnya Kehidupan Lebah Secara Berkelanjutan

Jika semua lebah di dunia mati, maka akan terjadi efek domino yang berakibat fatal bagi seluruh ekosistem. Beberapa tanaman seperti Ophrys apifera, sejenis anggrek yang hanya bisa tumbuh dengan baik jika dalam proses penyerbukannya dibantu oleh jenis lebah tertentu akan mati.

Fenomena ini akan mengubah rantai makanan dan memicu peningkatan kelangkaan spesies bahkan mengancam kehidupan organisme lain.

Selain penyerbukan secara alami, beberapa tanaman hanya memerlukan bantuan angin dan atau manusia serta teknologi. Metode ini pada akhirnya akan lebih banyak mengeluarkan biaya. Peran lebah dianggap paling signifikan dalam proses penyerbukan.

Tanpa lebah, tanaman tidak akan memproduksi biji yang melimpah. Jika hal ini terjadi makan akan menurunkan tingkat reproduksi tanaman dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Tidak hanya berdampak langsung pada tanaman, organisme lain seperti burung juga akan kehilangan mangsa mereka dan akan memberikan dampak yang besar terhadap sistem lingkungan dan rantai makanan.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version