Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Lebih Baik dari Air Ledeng, Benarkah?

  • Bagikan
Sumber foto: bobo.grid.id

Mediatani – Tanaman yang tumbuh dengan liar terkadang tampak lebih subur dibanding tanaman yang dirawat di rumah. Ada yang beropini bahwa hal ini terjadi karena tanaman yang tumbuh liar disiram dengan air hujan. Benarkah demikian?

Ternyata, air hujan memiliki kandungan zat atau unsur yang tidak dimiliki oleh air ledeng yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman di rumah. Nah, berhubung saat ini sudah memasuki musim hujan, mari kita bahas sedikit tentang ini.

Manfaat Air Hujan untuk Tanaman

Secara logika, kita sering beranggapan bahwa tanaman yang disiram dengan air hujan akan cenderung lebih rentan rusak karena terpaan air hujan, terlebih lagi jika badai atau sambaran petir.

Ternyata, air hujan itu bagus untuk proses pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, air hujan mengandung unsur penting yang dibutuhkan tanaman, salah satunya yaitu nitrogen. Nitrogen ini oleh tanaman dibutuhkan untuk menghasilkan klorofil, pigmen fotosintesis hijau.

Ketika tanaman kekurangan nitrogen, mereka akan terlihat kekuningan dan tidak sehat. Bahkan dalam waktu yang lama, tanaman akan kerdil, sakit bahkan mati.

Lebih baik air hujan atau air ledeng?

Menyiram dengan menggunakan air hujan dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan menyiram menggunakan air ledeng. Air hujan cenderung memiliki pH yang lebih ideal pada tanaman.

Seorang ahli tanaman yang berasal dari Flowercard, Liam Lapping menjelaskan bahwa air hujan selalu menjadi yang terbaik untuk tanaman karena memiliki pH lebih rendah daripada air selang.

“Ini memiliki lebih banyak nitrat untuk membantu tanaman Anda tumbuh dan juga memiliki lebih banyak oksigen untuk membuat mereka bahagia dan sehat,” ungkap Lapping.

Menurut Lapping, air ledeng dinilai mampu meningkatkan pH akar tanaman, sebab bahan alami yang ditemukan dalam pasokan air utama kita, contohnya seperti aditif klorin, yang bisa membahayakan.

Air hujan pada umumnya akan lebih hangat dibandingkan dengan air ledeng, setidaknya selama bulan-bulan cuaca panas. Nah, tanaman ini tidak menyukai air yang terlalu panas atau terlalu dingin, karena bisa mengejutkan sistem mereka. Menurut Lapping, suhu ideal untuk menyiram tanaman adalah 16-22 derajat celcius.

Sebagai perbandingan, suhu tipikal air selang atau air keran dingin bisa mencapai 10 sampai 12 derajat celcius, terlalu dingin untuk sebagian besar tanaman.

Selain faktor kandungan air, ada alasan lain mengapa tanaman lebih segar setelah terguyur hujan sebab hujan seringkali membantu membasuh debu dari tubuhan. Hal ini tentunya amat bermanfaat, terutama jika lokasi tanaman atau kebun mudah terpapar oleh debu.

Cara mengumpulkan air hujan

Ketika musim hujan tiba, kamu bisa memasang ember air atau tong penampung air untuk menampung air hujan. Wadah besar ini bervariasi dalam konstruksi dan ukuran. Dengan begitu, ketika memasuki musim kemarau, air hujan yang kamu tampung masih bisa dimanfaatkan untuk tanaman.

**

Itulah penjelasan singkat tentang manfaat air hujan bagi tanaman. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan
Exit mobile version