Pangsa Pasar Ikan Nila di Kota Banjar Masih Terbuka Lebar

  • Bagikan
Usaha Pengembangan Budidaya Ikan Nila Menjanjikan bagi Masyarakat di kota banjar.

Mediatani – Budidaya ikan nila di Kota Banjar, Jawa Barat masih menjanjikan. Pangsa pasar jenis ikan ini masih terbuka lebar untuk di kembangkan oleh pelaku usaha.

Pembudidaya ikan Nila, Hendy Ruhaedy, 39 tahun, warga Kelurahan Randegan, RT 09 Rw 05, Desa Raharja, Kota Banjar, berhasil meraup omzet puluhan juta rupiah dari bisnis ini.

Ia menggunakan sistem Bioflok untuk budidaya ikan, yang menurutnya sistem ini sangat memiliki peluang bisnis dan pangsa pasar yang begitu baik.

Bahkan, Hendy mengaku hingga saat ini belum bisa memenuhi permintaan pasokan ikan di pasar Kota Banjar. Ikan yang dihasilkannya hanya mampu menyediakan ikan nila sekitar 2-4 kuintal per hari. Sementara ikan nila yang ia kembangkan rata-rata menghasilkan 2,5-3 ton per bulan.

Belum termasuk memenuhi kebutuhan akan bibit untuk para pembudidaya ikan nila, sehingga peluang usaha ini masih terbuka lebar untuk dikembangkan bagi para pembudidaya ikan.

“Untuk kebutuhan konsumsi ikan nila saya baru bisa menyuplai pasar sekitar 2,4 kuintal per hari. Jadi, peluangnya masih besar,” kata Hendy, dilansir dari harapanrakyat.com, Sabtu (21/1/2023).

Hendy menambahkan, selain dari kebutuhan pasar yang sangat tinggi, pemenuhan kebutuhan ikan di kota Banjar selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Menurutnya, pembudidaya ikan nila di Kota Banjar harus bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk memenuhi kebutuhan ikan dan mengurangi pasokan dari luar daerah.

”Kebutuhan pasar cukup tinggi sementara pasokan belum terpenuhi oleh para petani. Jadi masih ada potensi untuk mengembangkannya,” kata Hendy.

Peluang Budidaya Ikan Nila, Kebutuhan Baru Terpenuhi 10 Persen

Yoyon Cuhyon selaku Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, mengatakan produksi ikan oleh pembudidaya ikan atau peternak hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan ikan di kota Banjar selama ini.

Sedangkan untuk 90 persen kebutuhan ikan ini tetap bergantung pada pasokan dari luar daerah. Permintaan ikan di kota Banjar rata-rata 4,5-6 ton per hari.

“Paling tinggi itu untuk kebutuhan ikan nila. Sekarang kita baru bisa memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan pasar,” katanya.

Oleh karena itu, Yoyon menambahkan dalam memenuhi kebutuhan akan pasar saat ini, pihaknya tengah menggencarkan program dalam pengembangan budidaya ikan melalui sistem Bioflok,

Ia menargetkan hasil dari pengembangan budidaya ikan ini dapat memenuhi 30 persen kebutuhan ikan di Kota Banjar, baik ikan nila maupun ikan lainnya di masa mendatang.

Selain dari itu, dengan adanya pasokan ikan dari pembudidaya ikan di daerah sendiri diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada permintaan dari luar daerah.

“Kita sekarang menggencarkan sistem bioflok, sudah dua tahun 2-3 tahun berjalan tapi hasilnya memang masih dibawah 5 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kita target kedepan bisa menyuplai sampai 30 persen.” pungkasnya.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version