Pemberian Prebiotik, Langkah Alternatif untuk Tingkatkan Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan

  • Bagikan
Ilustrasi: pemberian prebiotik untuk ikan budidaya

Mediatani – Indonesia merupakan salah satu negara eksportir ikan budidaya di dunia. Upaya pembudidayaan untuk meningkatkan jumlah produksi ikan terus dilakukan karena permintaan pasar yang tinggi dan masih sangat luas baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Sistem intensif menjadi salah satu pilihan di tengah keterbatasan lahan budidaya yang tidak bertambah. Sistem budidaya intensif berfokus pada pemberian pakan buatan dengan padat tebar yang tinggi.

Namun, sistem budidaya intensif tersebut justru menimbulkan masalah baru, yakni munculnya penyakit pada ikan budidaya.  Hal tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara inang, penyakit, dan lingkungan. Salah satu penyakit yang umumnya menyerang pada budidaya ikan nila adalah streptococcosis, yang salah satu agen penyebabnya adalah bakteri Streptococcus agalactiae.

Meski begitu, masih ada langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk mengendalikan serangan penyakit akibat budidaya intensif tersebut, yakni dengan memberikan prebiotik. Prebiotik mempunyai potensi yang menjanjikan untuk dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Prebiotik komersial yang beredar di pasaran masih memiliki keterbatasan, yaitu harganya masih relatif mahal. Karena itu perlu alternatif sumber-sumber prebiotik baru yang tersedia di alam, mudah didapat, aplikatif, dan dengan memiliki harga yang terjangkau.

Madu merupakan salah satu sumber prebiotik (multiprebiotik) karena mengandung beberapa zat yang berperan penting untuk pertumbuhan dan status kesehatan ikan, seperti FOS dan inulin.

Prebiotik

Prebiotik merupakan bahan pangan yang tidak dapat dicerna oleh inang, namun dapat memberikan efek menguntungkan bagi inangnya. Prebiotik bekerja dengan cara merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di dalam usus inangnya, sehingga dapat meningkatkan status kesehatan inangnya.

Penggunaan prebiotik merupakan salah satu langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dan respons imun sehingga resisten terhadap infeksi patogen.

Bahan pangan yang tidak tercerna umumnya berupa karbohidrat yang meliputi monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakardia. Karbohidrat tersebut mempunyai sifat tidak terhidrolisis di dalam lambung, namun dapat mengalami fermentasi di usus besar oleh bakteri prebiotik.

Jenis-Jenis Prebiotik

Terdapat beberapa jenis prebiotik yang sering diteliti dan diaplikasikan pada berbagai jenis ikan, di antaranya:

  • fruktooligosakarida (FOS)
  • short chain fruktooligosakarida (scFOS)
  • mannanoligosakarida (MOS)
  • galaktooligosakarida (GOS)
  • arabinoxyloligosakarida (AXOS)
  • isomaltooligosakarida (IMO)
  • inulin

Madu merupakan salah satu sumber prebiotik (multiprebiotik) karena mengandung beberapa jenis prebiotik, seperti FOS dan inulin, serta tersedia di alam, mudah untuk ditemukan, aplikatif, dan memiliki harga yang relative terjangkau.

Manfaat Prebiotik Bagi Pertumbuhan dan Status Kesehatan Ikan

Sebagai salah satu zat yang memfasilitasi proses fermentasi karbohidrat di dalam usus, prebiotik juga memiliki segudang manfaat lainnya, yaitu:

  • Mampu meningkatkan pertumbuhan ikan
  • Memperpanjang kelangsungan hidup ikan
  • Membantu memperlancar proses pencernaan pakan di dalam tubuh ikan
  • Berperan dalam efisiensi pakan ikan
  • Mengontrol komposisi mikroflora dalam usus
  • Menghambat pertumbuhan patogen
  • Meningkatakan imunitas ikan, dan masih banyak lagi.

 

  • Bagikan
Exit mobile version