Waspada Penyakit Rabies, Ini Sederet Mitos dan Faktanya

  • Bagikan
Foto: mediaapakabar.com
Foto: mediaapakabar.com

Mediatani – Bagi anda penyuka hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, hati-hati dengan penularan penyakit rabies. Penyakit yang dapat menular secara akut ini disebabkan oleh infeksi virus rabies. Ketika penyakit ini menular kepada manusia, bagian yang akan diserang adalah susunan saraf pusatnya.

Begitu juga dengan penularannya yang menyerang sistem saraf pusat hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, babi, kerbau, kera, babi, kucing, anjing, kucing, dan hewan sejenisnya.

Rabies atau yang popular dengan sebutan penyakit anjing gila ini setiap tahunnya diperingati secara global pada tanggal 28 September, dengan misi perayaan dalam membasmi penyakit rabies hingga “tidak ada lagi nyawa melayang karena rabies hingga tahun 2030 nanti.”

Hal ini sejalan dengan misi Kementerian Pertanian, yakni eliminasi rabies yang ditargetkan tercapai pada 2030 mendatang. Kementan menyiapkan 1,5 juta dosis vaksin rabies yang akan diberikan secara reguler setiap tahunnya.

Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan dalam peringatan rabies ini yaitu sosialisasi penyakit rabies, pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi secara gratis.

Karena menular ke manusia, peringatan hari rabies juga bertujuan untuk mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.

Di Indonesia, hari rabies diperingati dengan melakukan kegiatan vaksinasi gratis pada banyak wilayah seperti Sulawesi Selatan, Tangerang, Jawa Timur, Mataram (NTB), Tabalong (Kalimantan Selatan) dan sebagainya.

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat sebanyak 40 persen orang yang tertular rabies adalah anak-anak di bawah 15 tahun. Sekitar 59 ribu nyawa meninggal di 150 negara setiap tahunnya.

Sayangnya, rabies menjadi salah satu jenis penyakit yang sering dikaitkan dengan informasi yang kurang tepat. Sehingga, ada banyak mitos yang beredar dan berujung pada penyakit ini jika salah ditangani atau tidak ditangani sama sekali.

Makanya, sangat penting untuk mengetahui tentang mitos dan fakta seputar penyakit rabies. Seperti yang dirangkum dari laman halodoc, berikut  penjelasan seputar mitos dan fakta penyakit rabies.

Hanya ditularkan anjing 

Penyakit rabies hanya ditularkan oleh anjing. Ini merupakan Mitos. Sebab meski disebut juga dengan istilah anjing gila, faktanya selain anjing, beberapa jenis hewan lain yang bisa membawa virus rabies dan dapat menular pada manusia, seperti kucing, kelelawar, musang, kera, kuda, sapi, kambing, kuda dan kelinci.

Rabies ditularkan oleh hewan 

Fakta dan kenyataan lainnnya adalah penularan virus rabies ke manusia melalui gigitan, lalu tersebar melalui semburan air liur hewan yang masuk melalui luka atau lapisan mukosa.

Virus rabies menyerang dengan memasuki pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Serangan tersebut akan sampai ke otak dan virus akan mulai menggandakan diri dengan cepat.

Penyakit mematikan 

Fakta selanjutnya adalah infeksi rabies pada manusia dapat menyebabkan kematian. Dimana saat virus menyerang, terjadi peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Sehingga berisiko serta berpotensi menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi.

Gejala terlambat 

Virus rabies membutuhkan waktu untuk menimbulkan gejala. Waktu yang dibutuhkan untuk masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gejala penyakit ini muncul lebih cepat atau lebih lambat.

Gejala menyerupai flu

Fakta di lapangan, terkadang kita tidak sadar mengenai gejala virus rabies muncul karena bersifat umum dan menyerupai flu.

Gejala awal seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Apabila terdapat gejala seperti ini dan tidak segera ditangani nantinya akan menyebabkan kondisi semakin parah.

Vaksin Rabies

Mitosnya, vaksin rabies pada anjing hanya memproteksi hewan itu dalam beberapa bulan. Faktanya: Vaksin rabies untuk anjing akan menjaga hewan peliharaan dari penyakit rabies setidaknya selama setahun.

Mitos. Vaksin rabies untuk anjing mahal, Faktanya: Vaksin rabies tidak semahal yang dibayangkan. Di Indonesia, kisaran harga vaksin rabies adalah Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Jika ingin lebih murah lagi, setiap perayaan Hari Rabies Sedunia, biasanya diselenggarakan acara vaksin hewan peliharaan secara gratis.

Jika seseorang digigit oleh binatang yang dicurigai kena rabies, segera basuh luka dengan alkohol. Jika sudah terlanjur terinfeksi, segera dilarikan ke rumah sakit.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version