Belum Normal, Harga Komoditas Cabai di Indramayu Masih Pedas

  • Bagikan
Sumber foto: ekonomibisnis.com

Mediatani – Belakangan ini, beberapa komoditas dan barang-barang sembako di pasaran mengalami kenaikan harga. Hal ini juga berlaku pada harga cabai rawit merah yang ada di pasar tradisional Kabupaten Indramayu.

Meskipun harga cabai rawit merah di pasar tradisional Indramayu ini diketahui telah mengalami penurunan, tetapi harganya masih belum kembali normal.

Hal tersebut dibenarkan oleh Opik, salah seorang pedagang sayur yang ada di Pasar Baru Indramayu. Opik mengungkapkan bahwa saat ini harga cabai rawit merah yang ada di pasaran menembus hingga Rp 90 ribu per kilogramnya.

Harga tersebut telah mengalami penurunan setelah sepekan lalu berada pada kisaran harga yang mencapai Rp 100 ribu per kilogramnya.

“Harganya turun sedikit,’’ ujar Opik, dilansir dari laman Republika.co.id, pada Senin (3/1).

Opik berharap harga komoditas cabai rawit merah ini dapat segera kembali ke harga normalnya yaitu di kisaran harga Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogramnya.

Menurutnya, harga komoditas cabai rawit merah ini mengalami kenaikan secara bertahap sejak memasuki bulan Desember 2021 lalu.

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah saja, tetapi juga pada cabai jenis lainnya meski hanya mengalami sedikit penurunan harga.

Cabai lain yang mengalami penurunan harga di antaranya yaitu cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran harga Rp 40 ribu per kg nya sekarang turun menjadi Rp 30 ribu per kg serta cabai hijau yang berada di kisaran harga Rp 24 ribu per kg setelah sebelumnya seharga Rp 28 ribu per kg.

“Memang sudah turun, tapi harganya belum kembali normal,’’ ungkap Opik.

Menurut Opik, harga beberapa komoditas yang ada di pasaran belum normal karena hingga kini masih berlangsung musim hujan. Hujan mengakibatkan para petani kesulitan memanen hasil pertaniannya sehingga cabai mereka mudah busuk dan berdampak pada ketersediaan cabainya yang berkurang.

Opik berharap harga komoditas cabai bisa segera kembali normal. Sebab, tingginya harga cabai malah menyebabkan omset penjualannya menjadi turun karena pelanggannya mengurangi pembelian cabai mereka.

Selain harga komoditas cabai, perkiraan untuk harga telur ayam di tingkat eceran pun saat ini masih di kisaran harga Rp 32 ribu per kilogramnya. Harga telur ayam tersebut tetap bertahan sejak tahun baru.

Opik mengungkapkan bahwa harga telur ayam tersebut masih harga lama. Sehingga, saat menerima kiriman telur ayam lagi dari agen, kemungkinan harganya sudah tidak separah sebelumnya.

Sinta, salah seorang pedagang masakan yang ada di Kelurahan Margadadi, Indramayu, juga berharap agar harga komodtas cabai bisa segera turun. Hal ini karena komoditas cabai tersebut menjadi salah satu bahan utama yang akan ditambahkan pada masakannya.

“Berat, modal jadi tambah besar. Sedangkan untuk menaikkan harga jual masakan juga susah. Semoga harganya cepat kembali normal,’’ pungkas Sinta.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version