Belum Tuntas Kasus Covid-19, Korsel Kembali Laporkan Kasus Flu Burung Capai 44 Kasus

  • Bagikan
Ilustrasi Flu Burung/IST

Mediatani – Saat ini Korea Selatan masih berjuang keluar dari pandemi covid-19. Berdasarkan laporan dari situs berita Antaranews.com, Selasa, (5/1/2021), total korban akibat covid telah melebihi 1.000 jiwa. Otoritas di Korea Selatan pun melakukan pembatasan ketat bertahap untuk mengendalikan gelombang baru penularan covid-19.

Di tengah sibuk menuntaskan kasus Covid-19, Korea Selatan harus juga berjuang menghadapi lonjakan kasus virus flu burung yang dikabarkan telah menyentuh angka 44 kasus sejak November 2020.

Hingga Selasa (5/1/2021), dilansir dari Kontan.co.id jumlah kasus flu burung yang sangat patogen di peternakan unggas lokal telah mencapai 44 kasus. Padahal, kasus pertama flu burung yang sangat patogen ditemukan di peternakan unggas lokal terjadi pada akhir November lalu.

Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Korea Selatan melaporkan, kasus terbaru dari strain flu burung H5N8 yang sangat menular diidentifikasi dari sebuah peternakan bebek di Cheonan, yang berada 92 kilometer (km) sebelah selatan Seoul.

Otoritas tersebut mengatakan, pihaknya pun telah mengeluarkan surat perintah untuk menghentikan usaha selama tujuh hari di semua peternakan unggas yang berada di wilayah tersebut.

Saat ini, pihaknya juga tengah menyelidiki ada dua kasus yang dicurigai ada kaitannya dengan virus flu burung di Buan, 280 km sebelah selatan Seoul dan pusat kota Sejong.

Pihak Kementrian menuturkan, dugaan infeksi lain dilaporkan di sebuah peternakan bebek di Eumseong, 131 km di selatan ibu kota Seoul. Provinsi Gyeonggi tercatat menyumbang 12 kasus, diikuti oleh Provinsi Jeolla Selatan dengan 10 kasus. Sementara untuk kasus burung liar terlaporkan mencapai 52 kasus.

Sebelumnya, berdasarkan sumber yang sama, Korea Selatan sudah memusnahkan sekitar 9,6 juta unggas karena wabah flu burung ini. Senin (28/12/2021), lalu, Pihak berwenang menjelaskan kasus baru yang dicurigai dilaporkan dari sebuah peternakan itik di Jeongeup, Provinsi Jeolla Utara.

Untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut, Korea Selatan telah mempercepat proses untuk memusnahkan unggas dari peternakan yang terinfeksi dan daerah sekitarnya. Di lain sisi, Korea Selatan juga menemukan 42 kasus unggas liar terkonfirmasi sejak akhir Oktober.

Kasus baru flu burung kembali muncul seperti dikabarkan situs berita Bisnis.com, Kamis (10/12/2020), lalu. Korea Selatan melaporkan satu lagi kasus flu burung yang diduga sangat patogen dari peternakan unggas.

Akhirnya, temuan itu semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa wabah flu burung menyebar secara nasional meskipun telah dilakukan tindakan yang ditingkatkan. Melansir The Korea Times, dari sumber terakhir yang disebutkan, Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Korsel menyatakan pihak berwenang sedang menyelidiki kasus yang dicurigai di Naju, 355 kilometer selatan, Seoul.

Peternakan tersebut sebutnya, telah membunuh 22.000 itiknya untuk dijual di pasar, tetapi mereka dibuang setelah kasus yang dicurigai. Pula, pada Peternakan itik lain dari kota yang sama mengonfirmasi kasus flu burung yang sangat patogen pada hari sebelumnya.

Korea Selatan juga menyelesaikan pemusnahan lebih dari 4 juta unggas dari peternakan yang terkena dampak pada Rabu malam, meliputi 2,42 juta ayam, 1,01 juta burung puyuh dan 572.000 bebek. Pihak berwenang memusnahkan unggas dalam radius 3 km dari peternakan yang terinfeksi.

Kasus Flu burung yang sangat patogenik menular dan dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian pada unggas. Korea Selatan melaporkan kasus pertama yang sangat patogen dalam 32 bulan pada akhir Oktober di Cheonan, 92 kilometer selatan Seoul, dari burung liar. Sejak saat itu, total 22 kasus telah ditemukan dari habitat burung liar di seluruh negeri, menurut data terbaru yang diberikan oleh kementerian. Otoritas kesehatan sedang menyelidiki lebih dari 10 kasus yang dicurigai pada burung liar. (*)

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version