Bentuk Tim Pendamping Food Estate untuk Peningkatan Cadangan Pangan Nasional

  • Bagikan
Sumber foto: merdekanews.co.id

Mediatani – Peningkatan dan penguatan cadangan pangan dalam negeri haruslah ditangani secara luar biasa. Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian menyampaikan bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkannya adalah dengan membentuk tim pendampingan Food Estate.

Dilansir dari Beritasatu.com, Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan semua lini agar pendampingan yang ditujukan kepada para petani yang berada di kawasan lumbung pangan bisa berjalan maksimal. Salah satunya yaitu dengan pembentukan Tim Pendamping atau Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensi dan juga kualitasnya sehingga dapat bekerja optimal. Jika dinilai telah cukup kompeten, para pendamping dapat memiliki kemampuan untuk mendampingi dan juga mengawal para petani di lahan food estate untuk melakukan budidaya, penggunaan alsintan dan penanganan panen serta pascapanen,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, pemerintah ke depannya akan mengembangkan kawasan lumbung pangan atau Food Estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera Utara.

“Program pengembangan ini harus ditangani dengan optimal,” kata Mentan SYL seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet pada Hari Minggu (7/3/2021).

Mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo yang pada berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa kita harus mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan membuat agenda strategis yang perlu dilakukan yaitu penyediaan cadangan pangan nasional. Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi pangan dunia sudah mengingatkan berulangkali terkait potensi akan terjadinya krisis pangan dunia.

“Hal ini tentunya sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim, dan juga yang paling penting adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap produk pangan impor,” ujar Mentan.

Menurut Mentan, tim yang dibentuk ini merupakan landasan utama untuk mengoptimalkan berbagai aktivitas lumbung pangan dari hulu ke hilir. Dengan hadirnya pendamping bagi para petani diharapkan bisa membantu percepatan pengembangan lumbung pangan dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Pada sektor pertanian ini yang terpenting ialah bagaimana kemauan kita dalam bekerja. Kuncinya kita harus fokus dan mengerti secara detail jelas dan detail terhadap yang kita kerjakan, bagaimana capai target, medannya harus dipahami, dan memahami terhadap siapa saja orang-orang yang harus kita kenal saat di lapangan. Dan pastinya harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik” jelasnya.

Ke depannya, Mentan SYL juga telah memberikan komitmennya untuk selalu mendukung penuh terhadap upaya pendampingan bagi para petani. Hal ini karena sebagai langkah yang jauh pentingnya dalam mempercepat kegiatan pertanian yang ada di lokasi food estate.

“Ini langkah yang sudah bagus, diharapkan jangan ada kata mundur bahkan berhenti, kita harus terus fight. Saya akan selalu mendukung penuh program pendampingan ini, secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai tambahan informasi, di tahap awal ini selama tiga bulan ke depan para tim pendamping akan bekerja secara intensif. Tim ini terdiri dari tujuh puluh orang dari tenaga fungsional yang meliputi para dosen, itkayasa, peneliti, pengawas benih tanaman, penyuluh pusat, widyaiswara, pengamat organisme pengganggu tanaman dan juga fungsional umum lainnya.

Diharapkan tidak hanya dari beberapa pihak tertentu saja yang terlibat dalam upaya peningkatan cadangan nasional. Perlu kontribusi dari seluruh kalangan dalam mengawal kondisi pangan dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version