Beternak Bebek Disela Kesibukan, Polisi ini Raup Omzet Rp800 Ribu Per Hari

  • Bagikan
Sumber foto: merdeka.com

Mediatani – Profesi sebagai peternak ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak masyarakat dari berbagai usia, strata sosial dan profesi yang mulai melirik peluang bahkan tertarik bergelut di bidang ini.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu anggota polisi yang ada di Malang, Jawa Timur, Briptu Eko Prastiyo. Polisi yang satu ini dikenal sebagai sosok yang tangguh dalam mencari rezeki.

Setelah lepas dinas, Briptu Eko lalu melanjutkan kegiatannya dengan menjadi seorang peternak bebek. Hampir seluruh proses ternak bebeknya dilakukan langsung oleh anggota polisi yang satu ini.

Briptu Eko sangat konsisten menekuni profesi yang kerap dipandang sebelah mata ini. Alhasil, Briptu Eko menjelma menjadi seorang peternak bebek yang sukses dengan meraup omzet yang memuaskan setiap harinya. Berikut cerita singkatnya, dilansir dari laman merdeka.com.

Bertugas di Satuan Binmas Mengabdikan Diri ke Masyarakat

Setelah selesai dinas di Korps Bhayangkara, Briptu Eko Prastiyo juga melakukan kegiatan lain. Anggota Polres Malang yang juga bertugas sebagai staf di Satuan Binmas (Satbinmas) ini, memilih untuk berternak bebek disela-sela kesibukannya sebagai abdi negara.

Siapa sangka, dari kegiatan yang ditekuninya ini Briptu Eko berhasil meraup keuntungan yang tidak sedikit.

“Di luar jam dinas saya mempunyai kegiatan beternak bebek,” ungkap Briptu Eko, yang dilansir dari kanal Youtube Rizal Nuhensyah.

Beternak, Setiap Pagi dan Selalu menyempatkan menggiring bebek-bebeknya

Setiap pagi sebelum berangkat dinas, Briptu Eko berusaha untuk selalu menyempatkan dirinya mengurus ternak bebek miliknya. Briptu Eko seringkali terlihat menggiring bebek ternakannya sendiri.

Biasanya dia menggiring bebeknya sekitar jam 05.00 WIB dan di sore hari sekitar 16.00 WIB ketika selesai dinas. Briptu Eko mengungkapkan bahwa ketertarikannya dalam beternak bebek ini sudah cukup lama yaitu sejak tahun 2011 lalu.

“Saya memulai ternak bebek ini di tahun 2011 lalu,” ucap Briptu Eko.

Beternak bebek omzetnya mencapai Rp 800 Ribu/hari

Ternak bebek yang sudah ditekuninya sejak tahun 2011 lalu itu ternyata berbuah manis. Briptu Eko berhasil meraup omzet kurang lebih ratusan ribu per harinya.

Jumlah omzetnya bahkan bisa mencapai Rp 800 ribu perhari yang diperoleh dari hasil ternak dan juga telur bebek-bebeknya. Pada mulanya, seluruh bebek milik Briptu Eko ditampung di pekarangan samping rumahnya yang terletak di Dusun Argomulyo, Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan.

“Alhamdulillah berdasarkan populasi saya sekarang, perhari saya bisa mengantongi Rp810 ribu per hari,” ungkap Briptu Eko.

  • Bagikan
Exit mobile version