Kemenkop UKM Siapkan Rumah Produksi Bersama untuk Olah Hasil Pertanian

  • Bagikan
Sumber foto: tirto.id

Mediatani – Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (Kemenkop dan UMK) telah menyiapkan factory sharing atau rumah produksi bersama di suatu daerah terutama olahan untuk produk hasil pertanian.

Contohnya seperti yang terjadi di Kabupaten Brebes, pembangunan rumah produksi bersama ini difokuskan terhadap klaster produk olahan bawang merah.

Upaya ini dimaksudkan sebagai salah satu solusi dari pemerintah untuk mengatasi turunnya harga bawang merah secara drastis di Kabupaten Brebes terutama saat musim panen raya.

Merespon hal tersebut, Arif Rahman selaku SesmenkopUMK menyampaikan bahwa Kabupaten Brebes memang menjadi salah satu sasaran diterapkannya program rumah produksi bersama.

“Memang betul, Kita telah memiliki program factory sharing atau rumah produksi bersama UMKM, dan Kabupaten Brebes menjadi salah satu sasarannya. Dan untuk sementara ini di Kabupaten Brebes, kita akan berfokus pada produk olahan bawang merah,” kata Arif saat kunjungan kerja di Kabupaten Brebes akhir pekan lalu.

“Ke depannya nanti hasil produksi pertanian ini diharapkan mampu mendorong stabilnya harga bawang ini terutama saat panen raya,” lanjut Arif.

Rumah produksi bersama ini sebenarnya merupakan sebuah metode tentang bagaimana agar pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM mampu memenuhi skala ekonomi.

Tetapi saat para petani bawang merah masing-masing telah mengolah hasil dari pertaniannya sendiri tentulah tidak akan memenuhi skala ekonomi, sebab biayanya cukup mahal. Terlebih dahulu, mereka harus di kelompokan pada satu wadah contohnya seperti koperasi.

“Kita berdoa saja semoga saja dalam waktu dekat ini rumah produksi bersama yang ada di Kabupaten Brebes tersebut segera  diwujudkan,” harap Arif.

Sementara itu di Kabupaten Subang diketahui komoditas nanas adalah hasil perkebunan yang paling dominan. Selama ini, Kabupaten Subang memang telah dikenal sebagai sentra penghasil nanas dan tercatat telah mensuplai sembilan puluh persen produksi nanas khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Produk nya yang melimpah, namun tidak diikuti dengan kestabilan harga terlebih lagi saat panen raya. Oleh sebab itu, harus dibantu oleh industri olahan sehingga UMKM bisa naik kelas dengan kehadiran dari produk olahan nanas ini.

“Kita semua berharap, agar semua para pelaku utamanya di bidang pertanian ini mampu kita himpun pada satu wadah misalnya koperasi dan koperasinya juga harus koperasi yang memiliki usaha industri olahan,” harap Sesmenkop Arif.

Lebih lanjut, Sesmenkop Arif juga berharap ke depannya nanti juga akan dikaji berdasarkan skala ekonominya, berapa kolompok usaha minimalnya, demikian juga berapa luas lahan yang dikaji berapa kelompok tujuannya agar terjaga keberlanjutan produksinya.

Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM yang tiga bulan lalu melakukan kunjungan ke Subang. Pada saat melakukan kunjungan ke Subang, Menkop Teten datang untuk membahas kerjasama dengan industri olahan produk unggulan yang ada di Kabupaten Subang.

Lebih lanjut, Menurut Menkop Teten, pada saat kunjungan, telah disepakati bersama bahwa komoditas Nanas yang merupakan prioritas produk olahan nantinya yang akan dikembangkan. Dirinya juga mengakui bahwa segala upaya dan kerja kerasnya untuk membangun industri olahan segera bisa terwujud.

“Saya juga berharap semoga apa yang saat ini saya kerjakan untuk membangun industri olahan bisa segera terwujud. Jika biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan kompleksitasnya juga tidak terlalu banyak, saya merasa optimis bahwa factory sharing ini mampu didirikan di tahun 2021 ini,” pungkas Menkop Teten.

  • Bagikan
Exit mobile version