Mengenal 8 Jenis Alat Penangkap Ikan yang Direkomendasikan FAO

  • Bagikan
Gill net

Mediatani – Sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia memang sangat melimpah. Hal itu membuatnya menjadi sektor yang diandalkan untuk pembangunan nasional dan sumber pendapatan masyarakat pesisir.

Meski demikian, diperlukan adanya pengelolaan yang bertanggung jawab agar keberlanjutan ekosistem dapat terus terjaga. Salah satu upaya yang perlu dilakukan yaitu dengan menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan.

Sat ini Pemerintah juga terus menyuarakan agar para nelayan yang biasanya menggunakan cantrang untuk beralih menggunakan alat penangkap ikan yang tidak merusak lingkungan.

Aturan terkait penggunaan alat tangkap telah disebutkan dalam Permen KP nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan pukat hela dan pukat cantrang yang merupakan bagian dari pukat tarik.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini berbagai jenis alat penangkap ikan yang ramah lingkungan menurut Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) yang mengacu pada Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).

1. Jaring insang (gillnet and entangling nets)

Jaring insang adalah alat penangkap ikan yang memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang merata. Beberapa bagian dari alat ini diantaranya yaitu pelampung, pemberat, tali ris atas dan tali ris bawah atau tanpa tali ris bawah.

Alat tangkap Gill Net

Nelayan yang menggunakan jaring insang menangkap ikan dengan cara menghadang gerombolan ikan yang berada di dalam perairan. Jaring pada alat ini dapat menangkap ikan-ikan karena terjerat di bagian belakang penutup insang atau terjerat pada mata jaring.

Gill nets ini umumnya digunakan untuk menangkap ikan pelagis (ikan yang berada di permukaan) maupun ikan demersal (ikan yang hidup di laut dalam), seperti kurau, kakap, kerapu, layur, manyung, cucut, pari dan sebagainya.

2. Pancing (hook and Line)

Cara menggunakan alat penangkap ikan ini yaitu dengan memancing ikan target agar terkait mata pancing yang dirangkai dengan tali menggunakan atau tanpa umpan. Beberapa alat penangkap ikan yang termasuk dalam klasifikasi ini, yaitu rawai (long line) dan pancing itu sendiri.

Pancing

Alat tangkap jenis pancing ini digunakan untuk menyasar jenis ikan pelagis hingga demersal. Ada juga pancing cumi yang khusus menyasar cumi-cumi dan gurita.

3. Alat yang dijatuhkan (falling gears)

Alat ini merupakan alat penangkap ikan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan ditebarkan atau dijatuhkan pada perairan untuk mengurung ikan dengan atau tanpa menggunakan kapal.

Cast nets

Desain dan konstruksi perangkap disesuaikan dengan target ikan tangkapan yang dikehendaki, sehingga terdapat berbagai bentuk dan ukuran perangkap.

4. Perangkap (traps)

Alat penangkap ikan ini memiliki berbagai bentuk dan material, diantaranya ada yang terbuat dari jaring, bambu, kayu dan besi. Perangkap ini bisa dipasang secara pasif (tidak bergerak) atau secara portable (dapat dipindahkan) selama jangka waktu tertentu.

Beberapa contoh alat tangkap jenis perangkap, yakni bubu bersayap dan pukat labuh. Biasanya perangkap ini dipasang di pesisir pantai untuk menangkap ikan demersal dan kerang.

5. Penggaruk (dredges)

Penggaruk merupakan jenis alat penangkap ikan yang memiliki bingkai kayu atau besi bergerigi. Ada berbagai macam bentuk dan ukuran alat jenis ini. Model alat ini dibuat sesuai dengan target ikan tangkapan. Alat ini ada yang menggunakan jaring/bahan lainnya ada juga yang tidak.

Cara pengoperasiannya yaitu dengan menggaruk dasar perairan dengan atau tanpa perahu. Alat tangkap ini sering digunakan pada perairan yag dangkal atau tidak jauh dari pesisir. Penggaruk ini biasanya menyasar jenis kerang-kerangan.

6. Jaring lingkar (surrounding nets)

Jaring lingkar atau biasa juga disebut purse seine ini dioperasikan dengan cara menghadang arah berenang ikan di perairan. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang banyak bergerombol di permukaan perairan.

Purse seine

Jenis ikan pelagis ditangkap dengan alat ini, yaitu tongkol, layang, bentang, kembung, cakalang, lemuru, slengseng, cumi-cumi dan berbagai jenis ikan yang digunakan untuk bahan pindang.

7. Jaring angkat (lift nets)

Jaring angkat merupakan jenis alat penangkap ikan yang memiliki bentuk lembaran persegi panjang atau bujur sangkar yang direntangkan dengan menggunakan kerangka yang terbuat dari batang kayu atau bambu.

Bagan tancap

Alat penangkap ikan ini dioperasikan dengan cara diturunkan dan diangkat secara vertikal. Jaring ini digunakan untuk menangkap ikan jenis pelagis dan cumi-cumi.

8. Alat penjepit dan melukai (grappling and wounding)

Untuk menangkap ikan, alat ini dioperasikan dengan cara mencengkeram, menjepit, melukai dan atau membunuh ikan yang menjadi sasaran tangkap. Contoh dari alat penangkap ikan ini, yakni tombak dan ladung.

Umumnya alat ini banyak digunakan pada pesisir pantai untuk menangkap ikan pelagis maupun demersal. Namun ada juga yang menggunakannya di tengah laut untuk menangkap ikan berukuran besar.

  • Bagikan
Exit mobile version