Pemkab Gowa Komitmen Kembangkan Sapi Wagyu

  • Bagikan
Sumber foto: https://klivetvindonesia.com/

Mediatani – Dalam rangka mendorong peningkatan sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Gowa menggagas pengembangbiakan sapi wagyu. Program ini menjadikan Kabupaten Gowa sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang melakukan upaya tersebut.

Program ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman bersama PT Berdikari Live Stock, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika LPPM-Unhas, dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIBS). Penandatanganan ini berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Gowa, pada Sabtu (19/11/2022).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan bahwa program pengembangan sapi wagyu ini adalah program jangka panjang. Dengan adanya program ini, Indonesia khususnya Kabupaten Gowa bisa memproduksi daging wagyu tanpa impor lagi dari negara lain.

Kabupaten Gowa, ungkapnya, memiliki dua tipologi yang cocok untuk melakukan pengembangan program ini yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Jika program ini berjalan baik, maka Indonesia tepatnya di Gowa akan memiliki sapi wagyu dengan kualitas daging premium.

“Meskipun ini program jangka panjang tapi kita mulai dari sekarang. Mudah-mudahan nanti pada saat peresmian tempat ini pada 16 Maret 2023 mendatang bisa terlaksana dengan baik dan kedepannya kita tidak perlu mengimport daging dari Jepang cukup seluruh Indonesia datang ke Gowa membeli sapi daging wagyu,” jelas Bupati Adnan.

Sementara itu, Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI, Nasrullah, memberikan apresiasinya kepada Pemkab Gowa yang telah berkomitmen mengembangkan daging wagyu. Menurutnya, langkah ini sudah lama diserukan oleh Kementerian Pertanian namun hanya Pemkab Gowa yang masih komitmen.

“Ini suatu terobosan yaitu pengembangan sapi berkualitas. Kemarin tidak ada yang menangkap serius namun hari ini Pemkab Gowa memberikan komitmen bahwa pengambangan sapi wagyu harus jadi di Kabupaten Gowa. Kalau wagyu membutuhkan suhu rendah maka Gowa punya hal itu,” katanya.

Nasrullah mengakui apabila program ini sudah ada, maka pihaknya akan mendorong para pedagang maupun asosiasi agar membeli produk dalam negeri.

“Dengan semangat dan komitmen Pemkab Gowa maka opportunity yang harus kita tangkap. Jika ini sudah ada maka kita tidak lagi mengambil dari tempat lain. Impor akan kami tahan atau tidak boleh mengimpor jika sudah ada di negara kita,” jelas Nasrullah.

Nasrullah meminta agar BBIBS wajib untuk memberikan bantuan sperma bantuan ke Pemkab Gowa secara gratis, dan ikut memberikan pelatihan pengelola inseminasi buatan pengembangan sapi wagyu.

Diharapkan agar BBIBS bersedia memberikan bantuan sperma bantuan ke Gowa secara gratis. Jika belum menguasai cara inseminasi, nantinya akan dilatih di Lembang atau Singosari kemudian diperkenalkan dengan sperma-sperma yang unggul.

Selain kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman Pengembangan Sapi Wagyu, Pemkab Gowa juga menandatangani Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Pemotongan Hewan Tamarunang Kabupaten Gowa dan Kerjasama Bumdes terkait pemeliharaan dan penjualan ternak sapi.

  • Bagikan
Exit mobile version