Swasembada Peternakan Ayam Kampung Sulit Terwujud karena Peternak Mikro Hanya Jadi Buruh

  • Bagikan
Acara Ngobar dengan peternak ayam kampung di Jogja/foto;Harminanto/krjogja.com/ist

Mediatani – Swasembada pangan di sektor peternakan ayam kampung diperkirakan masih sulit dilakukan hingga saat ini. Hal itu terindikasi karena masih banyaknya persoalan yang dihadapi peternak.

Peternakan dari hulu hingga ke hilir disebut dikuasai pemain besar. Sedangkan para peternak mikro hanya menjadi buruh.

Padahal potensi pengembangan peternakan ayam kampung ditengarai dapat mencapai Rp70 triliun per tahunnya.

“Peternak ayam mikro kecil juga tak memiliki kewenangan apapun ketika memelihara ayam,” ungkap Ketua Peternak Ayam Kampung Unggul (Kopakub) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Yadiman usai bertemu peternak ayam kampung Jogja, Rabu (23/06/2021), melansir, Jumat (25/6/2021) dari laman suara.jogja.id.

Menurut Yadiman, kondisi ini diperparah pula dengan sistem manajemen produksi ayam yang masih tradisional.

Mereka jarang terpikirkan bahwa mengelola usaha peternakan ayamnya secara kontinyu dan berkelanjutan dan berdampingan dengan sumber penghasilan lainnya.

Kalaupun sudah ada yang berpikir peternakan dikelola seperti industri maka mereka diketahui bakal sulit mendapatkan DOC yang berkualitas.

Mereka pula mengalami kesulitan mendapatkan pakan yang bernutrisi dengan harga terjangkau.

“Peternak juga kesulitan mendapatkan pasar yang kontinyu sehingga tak mengalami kerugian saat panen,” ucapnya

Permasalahan lain yang muncul ialah rendahnya mentalitas peternak dan keterampilan teknis cara beternak yang efektif dan efisien.

“Para peternak pun selama ini kurang adanya perlindungan yang saling bersinergi dari instansi pemerintah yang terkait,” jelasnya.

Sementara Ahmad Zabadi Dirjen bidang Perkoperasian Kementrian Koperasi dan UMKM mengungkapkan bahwa para peternak perlu bergabung dalam koperasi.

Bersama koperasi, diharapkan peternak dapat meningkatkan ketrampilan teknis dan membangun jiwa wirausaha.

“Mereka juga meningkatkan kesejahteraannya, sehingga memberi dampak pada skala nasional perekonomian Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Christiannus Benny menuturkan, mulai dana corporate social responsibility (CSR) hingga luas lahan, bisa mendukung.

Akan tetapi, hal ini pun masih perlu dikembangkan.

“Untuk dana CSR. Bayangkan, kuota kita itu tiap tahun 77,5 juta ton batu bara, kalikan seribu rupiah,” kata dia.

Dana CSR itu, bisa digunakan untuk membantu pengembangan peternak dan petani di lahan eks tambang. Belum lagi untuk pemanfaatan lahan, luasnya masih sangat potensial.

Benny mengambil contoh mini ranch di Jonggon, Kukar, yang seluas 200 hektare. Dari lahan tambang 45 ribu hektare itu, dirasa Benny juga kecil, dan masih bisa dikembangkan lagi lahannya.

Ia melanjutkan, masih banyak hal yang perlu dikembangkan dari peternakan tersebut. Misalnya, pemanfaatan biogas kotoran sapi, memperbanyak jumlah sapi, hingga jenis rumput.

“Selain itu, mini ranch juga harus diperbanyak. Soalnya di situ lima kelompok tani, hanya satu mini ranch, ya sangat kecil,” paparnya.

Saat ini lahan-lahan eks tambang batu bara di Kaltim pelan-pelan dialihfungsikan. Tidak hanya untuk peternakan. Tetapi juga untuk pertanian dan perkebunan.

“Sebentar lagi, saya juga mau ke Berau. Mau lihat perkembangan pertanian dan kebun kakao di lahan eks tambang di sana,” tutupnya.

Mau Bisnis Ternak Kecil atau Besar? Segini Modal yang Perlu Kamu Siapkan

Jika kamu ingin memulai bisnis hewan ternak kamu bisa simak cara beriut. Yup usaha peternakan masih menjadi usaha yang menjanjikan untuk dijalankan lho guys.

Apalagi mendekati momen Idul Adha ini, permintaan hewan kurban pasti meningkat. Bahkan, di tengah pandemi pun permintaan hewan kurban masih banyak.

Zabidi, seorang pengusaha hewan ternak asal Depok mengatakan bahwa bisnis hewan ternak memang tidak mudah, bisnis ini akan sangat menyita konsentrasi pengusahanya.

Pasalnya, bisnis ini dijalankan dengan menjual makhluk hidup. Modal paling utama yang harus dimiliki pengusaha yang mau terjun bisnis hewan ternak adalah minat dan hobi mengurus hewan…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version