Upaya Tim UNCP Tingkatkan Kesejahteraan Petani dengan Pendampingan IP 400

  • Bagikan
Kegiatan pendampingan TIM Universitas Cokroaminoto Palopo

Mediatani – Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo melaksanakan pendampingan langsung kegiatan peningkatan indeks pertanaman 4 kali dalam setahun (IP 400). Kegiatan dilaksanakan bermitra dengan kelompok tani Mujur di Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu sejak 24 Juni hingga 30 Desember 2023.

Kegiatan pengabdian melalui hibah Kemenristekdikti PKM-pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo yang diketuai oleh Dr. Masluki, S.P.,M.P. , Mutmainnah, S.P.,M.Si dan Erni Firdamayanti S.TP.,M.Si. masing-masing sebagai anggota serta mahasiswa.

Sebagai salah satu wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadapat peningkatan kapasitas dan optimalisasi lahan sawah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat petani.

Ketua Tim PKM, Masluki mengatakan, fasilitas lahan yang intensif dan didukung oleh mekanisasi dan sistem irigasi teknis, memungkinkan petani padi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari lahan sawah yang dikelolanya.

Sebelum adanya kegiatan PKM tersebut, petani hanya menanam padi sebanyak 2 kali dalam setahun. Umur panen panen yang tergolong singkat dengan rata-rata 100 HST menyebabkan lahan sawah tidak dimanfaatkan selama 2 hingga 3 bulan setelah panen.

Ketua Kelompok Tani Mujur, Baso mengungkapkan bahwa adanya kegiatan PKM-berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan manfaat yang besar karena dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan anggota kelompok tani.

“Saat ada masa senggang, lahan sawah bisa digunakan untuk menanam tanaman umur pendek yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, seperti tanaman jagung manis, melon dan semangka tanpa biji,“ ungkap Baso.

Jagung Manis Hibrida

Salah satu keunggulan dari budidaya tanaman jagung yaitu perawatannya yang tidak seintensif tanaman melon dan semangka tanpa biji. Karena itu, petani yang memiliki kegiatan selain Bertani, dapat memilih tanaman jagung manis hibrida sebagai alternatif.

Waktu pemanenan yang relatif singkat, sekitar 75 hari setelah tanam, memberikan peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Selain memberi manfaat ekonomi, penerapan sistem rotasi tanam juga memberikan manfaat baik bagi ekologi.

Penanaman tanaman alternatif seperti jagung di lahan sawah setelah panen padi membantu petani memperbaiki kualitas tanah, memutus rantai hama dan penyakit serta mengurangi penggunaan pupuk kimia pada saat penanaman padi.

Melon

Tanaman melon termasuk dalam kategori buah premium yang semakin diminati, terutama di masyarakat perkotaan dari kelas menengah ke atas. Melon memiliki umur yang lebih singkat, sekitar 65 HST sejak ditanam, tergantung pada jenisnya. Usaha bercocok tanam melon setelah panen padi menjadi pilihan yang tepat, terutama bagi petani yang fokus pada pertanian sebagai mata pencaharian utama.

Perawatan tanaman melon memerlukan tingkat perhatian yang lebih intensif dibandingkan dengan tanaman padi, jagung, dan semangka. Namun, kebalikan dari itu, menanam melon dengan sistem berkelanjutan membawa manfaat ekonomi yang tinggi karena memiliki populasi yang besar, sehingga sangat menguntungkan.

Semangka Tanpa Biji

Semangka tanpa biji merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai jual yang tinggi berkisar Rp. 10.000/kg. Jumlah populasi perhektar mencapai 8.000 pohon dengan jarak antara bedengan yaitu 2,5 meter. Umur panen relatif singkat berkisar 2 bulan.

Kegiatan bercocok tanam semangka varietas tanpa biji

Sistem budidaya intensif memerlukan perlakuan khusus pada saat polinasi. Proses penyerbukan umumnya dilakukan secara buatan untuk menghasilkan buah. Penyuluhan dan pendampingan budidaya semangka tanpa biji dilakukan secara berkelanjutan dikarenakan petani belum punya pengalaman sebelumnya dalam budidaya semangka tanpa biji.

Upaya untuk mengajarkan penggunaan alat dan tahapan dalam proses bercocok tanam semangka varietas tanpa biji bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para petani dalam mengaplikasikan teknologi pertanian dengan komprehensif.

Tahapan ini mencakup aktivitas seperti pengolahan lahan, pembuatan bedengan, dan pemasangan mulsa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dari fakultas pertanian juga turut berpartisipasi dengan harapan dapat membentuk generasi muda yang terampil dalam mengelola budidaya semangka tanpa biji.

Tahapan awal dalam kegiatan bercocok tanam semangka varietas tanpa biji dimulai dengan proses penanaman benih yang memerlukan keterampilan khusus. Ini disebabkan karena benih semangka varietas tanpa biji memiliki tingkat keberhasilan berkecambah yang lebih sulit dibandingkan dengan benih semangka yang berbiji.

Pembuatan area demonstrasi (demplot) sebagai alat pembelajaran bersama melalui kemitraan dengan kelompok tani bertujuan untuk mempercepat penerimaan teknologi dalam budidaya semangka tanpa biji. Upaya ini nantinya bisa menciptakan kemandirian masyarakat dalam mendukung alternatif usaha pertanian dengan memanfaatkan sumber daya lahan secara berkelanjutan.

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version