Jokowi Mantu, Petani Ini Yang Untung Besar

309
views
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat sungkeman putrinya, Kahiyang Ayu. Media Centre/Allseasonphoto

Mediatani – Petani bunga krisan di Dusun Clapar, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bisa tersenyum lebar. Harga bunga krisan melonjak lebih dari dua kali lipat karena banyak digunakan untuk dekorasi dan karangan bunga pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution.

Seperti disampaikan Miswadi, yang sejak sepekan terakhir berada di kebun untuk memanen bunga. Menurutnya, hampir setiap petani bisa menjual 2.000 tangkai bunga krisan yang kebanyakan dibawa ke Solo. Tingginya permintaan membuat harga bunga aneka warna itu melambung.

Minuman Sehat Untuk Diet

“Ya lumayan lah. Bisa dapat 2.000 tangkai. Biasanya hanya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, tapi kini harganya lumayan sampai Rp30 ribu per ikat. Ini masih panen lagi, karena memang permintaan cukup tinggi. Makanya ini sehari-hari ada di kebun,” ujar Miswadi, Selasa (7/11/2017).

Dia mengatakan, melambungnya harga bunga krisan terjadi sejak sepekan terakhir. Mereka pun tak perlu mengantar bunga-bunga itu ke pasar, karena sudah terdapat pengepul yang datang ke lokasi. “Tidak perlu dibawa ke pasar, tapi pengepul yang datang untuk ambil. Katanya mau dibawa ke Solo, Pak Jokowi mantu,” ujarnya.

Harga bunga krisan melonjak lebih dari dua kali lipat karena banyak digunakan untuk dekorasi dan karangan bunga pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. [Foto/MNC Media/Taufik Budi]
Bunga krisan asal Bandungan dikenal memiliki kualitas bagus karena lebih tahan lama. Selain itu, tangkai bunga juga cukup tinggi sehingga terlihat cantik bila digunakan sebagai dekorasi. Apalagi, konsumen juga memiliki keleluasaan dalam memilih warna dan jenis bunga yang beraneka ragam.

“Kalau tidak dipakai untuk dekorasi ya bisa juga untuk karangan bunga ucapan. Ini sudah ramai, bunga-bunga kami dipakai untuki membuat karangan bunga. Belum lagi untuk dekorasi tentu juga butuh bunga banyak, apalagi acara pesta kan beberapa hari, jadi kalau layu langsung diganti yang segar,” kata Sugianto, petani bunga krisan lainnya.