Bau Tajam dan Menyengat dari Durian, Ternyata Ini Penyebabnya

  • Bagikan
Sumber foto: detik.com

Mediatani – Siapa yang tak mengenal buah durian? Buah yang khas dengan kulitnya yang berduri pastilah bisa langsung kita kenali. Bukan hanya dikenal dengan durinya, buah durian atau King of Fruit ini juga memiliki bau yang khas dan daging buah yang tidak kalah lezat.

Dilansir dari Kompas.com, Sekadar informasi, buah durian ini banyak tumbuh di daerah kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia itu sendiri, buah durian banyak tumbuh di daerah Sumatera dan Kalimantan ini juga banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara.

Meskipun durian memiliki banyak penggemar, pastilah ada juga orang yang tidak menyukai buah ini. Yah, salah satu penyebabnya yaitu baunya yang tajam dan menyengat. Bahkan perkara bau durian yang menyengat ini, sehingga durian dilarang di beberapa tempat. Misalnya, saat hendak di simpan di kabin pesawat, angkutan umum dan juga hotel.

Terkait hal ini, Prof. Ahmad Sulaeman seorang Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), alasan mengapa buah durian memiliki bau yang tajam dan menyengat ini karena karena dalam buah durian terkandung satu asam amino yang cukup langka yang disebut etionin.

Semakin matang durian, maka jumlah etionin ini akan makin meningkat. Prof. Ahmad menjelaskan bahwa enzim spesifik yang ada pada durian ini akan melepas asam amino etionin yang nantinya akan mengeluarkan bau khas.

Baca Juga :   Tak Hanya Indah, 5 Tanaman Hias Indoor Ini Mampu Tingkatkan Kesehatan Mental

Sekadar informasi tambahan, Dikutip dari kanal youtube bernama IPB TV, bahwa terdapat 44 senyawa lain yang memang diantaranya mengeluarkan bau busuk, contoh bau kentut, bau bawang hingga kubis yang busuk. Sementara senyawa yang lainnya memang mengeluarkan bau enak seperti bau madu, karamel dan buah.

“Selain itu ada 44 senyawa lain yang beberapa diantaranya mengeluarkan bau busuk seperti bau kentut, bawang hingga kubis busuk. Tapi senyawa lainnya juga mengeluarkan bau enak, seperti bau karamel, madu dan buah,” ungkap Prof. Ahmad seperti dikutip dari kanal Youtube IPB TV, Minggu (11/4/2021).

Namun, perkara indera penciuman yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, sehingga permasalahan bau durian ini juga berbeda. Ada orang yang merasa bahwa bau durian ini enak dan tidak mengganggu, dan ada pula sebaliknya yang bahkan harus menjaga jarak dari buah durian ini karena baunya yang tajam.

Sementara di tinjau dari segi kesehatan, beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa bau durian yang khas bisa membantu proses kelestarian durian. Sebab mampu menarik perhatian hewan untuk memakan dan menyebarkan bijinya. Diketahui juga mengkonsumsi buah durian ternyata bagus untuk kesehatan, asal harus diperhatikan jumlahnya tidak berlebihan.

Baca Juga :   Kakek Andy Jadi Petani Terakhir, Satu-satunya Petani yang Tersisa di Kampung Halamannya

Dalam buah durian ini tidak terkandung kolestrol, sehingga bisa dijadikan alternatif untuk menurunkan kolestrol yang jahat pada tubuh. Tidak hanya itu, durian juga diketahui kaya akan asam folat yang efektif untuk mengembangkan sel darah merah. Dalam durian juga terkandung karbohidrat sehingga bisa dijadikan alternatif untuk meningkat energi dalam waktu singkat.

Terkait masalah porsinya, Prof. Ahmad mengungkapkan bahwa seberapa banyak durian yang bisa dikonsumsi itu kembali lagi pada kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang. Jika orang tersebut tidak memiliki penyakit hipertensi, yah masih aman-aman saja mengonsumsi durian hingga lima ratus gram.

“Memang akan meningkatkan denyut nadi, jika di atas 500 gram. Tapi di bawah 500 gram tidak menimbulkan apa-apa. Jika punya hipertensi harus hati-hati,” katanya. “Berdasarkan penelitian pada individu sehat dan tikus yang hipertensi, mengonsumsi durian di bawah 200 gram tidak apa-apa. Tapi tiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda-beda ya,” tutup Prof. Ahmad.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani