Begini Cara Memulai Berkebun Sayur di Dalam Rumah Untuk Pemula

  • Bagikan

Mediatani – Kini aktivitas berkebun bukan hanya dinikmati oleh yang memiliki lahan saja, tapi untuk mereka yang memiliki lahan terbatas bahkan pekarangan rumah yang sempit pun juga bisa melakukannya.

Bahkan saat ini berkebun sayuran juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Beberapa jenis sayuran pun dapat tumbuh tanpa mendapatkan perawatan ekstra.

Dilansir dari Living Hours – Ada dua model berkebun sayur yang populer dan bisa dilakukan di dalam ruangan.

Pertama, model kebun hidroponik atau aquaponik. Cara ini menggunakan air sebagai media utama dalam menumbuhkan sayuran, selain itu cara ini dapat dilakukan dalam ruangan sempit sekali pun.

Contoh sayuran yang bisa hidup dengan metode ini dan tanpa tanah sedikit pun yaitu selada, kubis Brussel, dan sebagainya.

Kedua, model container gardening atau berkebun dengan menggunakan wadah atau pot. Cara ini adalah yang paling umum digunakan oleh mereka yang berkebun di dalam rumah.

Cara ini menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Contoh sayuran yang dapat ditumbuhkan dengan cara ini yaitu kentang, labu, dan sebagainya.

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi kamu yang ingin memulai berkebun di dalam rumah, yaitu:

  1. Memilih Ruang atau Tempat yang Tepat

Pemilihan ruangan ditentukan oleh jenis sayuran apa yang ingin ditanam. Jika jenis sayurannya menyukai sinar matahari, maka bisa ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari yang cukup seperti ambang jendela. Jenis sayuran yang menyukai sinar matahari seperti terong dan tomat.

Jika jenisnya tidak membutuhkan cahaya matahari seperti jamur, maka tempatkan di tempat yang gelap bahkan bisa ditempatkan di dalam lemari.

  1. Mengontrol Lingkungan

Menanam sayuran di dalam rumah memungkinkan kita dalam mengontrol lingkungan sekitar tanaman. Ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan dalam mengontrol lingkungan:

Suhu

Suhu tanah yang ideal bagi tanaman secara umum yaitu antara 23-29 derajat celsius

Sistem Penyiraman

Menyiram sayuran secara rutin dan teratur terkadang merepotkan. Untuk mengatasi hal ini, sistem penyiraman tanaman bisa menggunakan sistem tetes.

Cara ini bisa memanfaatkan serangkaian tabung kecil yang pengontrolan waktu penyiramannya bisa dilakukan dengan perangkat elektronik.

Atau kamu bisa memanfaatkan botol bekas yang telah dilubangi sesuai intensitas air yang dibutuhkan, dan menyimpannya di atas tanah dekat sayuran.

Sistem Pencahayaan

Meletakkan sayuran di dekat jendela cukup menyediakan akses sinar matahari bagi sayuran yang disimpan di dalam ruangan. Namun untuk beberapa jenis sayuran yang memerlukan cahaya yang lebih, bisa menggunakan lampu fluoresen atau lampu pertumbuhan khusus.

  1. Memilih Tanaman

Tidak semua jenis sayuran bisa ditanam di dalam ruangan. Namun, masih ada beberapa jenis sayuran yang bisa ditanam di dalam ruangan.

Misalnya, tomat yang bisa ditanam pada keranjang gantung, selada yang bisa ditanam di dalam pot, kentang yang bisa ditanam dalam wadah yang cukup besar, dan jamur yang cukup disimpan di ruangan gelap yang bebas angin.

Tentunya penting dalam mencari tahu kebutuhan tanaman akan cahaya dan kemampuannya untuk bisa ditanam di dalam ruangan.

  1. Membuat dan Menggunakan Wadah untuk Menanam

Wadah atau pot yang ramah lingkungan tentunya bisa dibuat sendiri. Caranya, bisa menggunakan wadah dari barang-barang bekas seperti, botol air mineral, wadah bekas cat, jerigen bekas minyak, dan lainnya.

Namun sebelumnya wadah itu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran agar lebih indah dan tidak berpotensi dalam mengganggu pertumbuhan sayuran.

 

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan dalam memulai berkebun sayuran di dalam rumah. Tentunya sayuran yang ditanam sendiri akan lebih sehat dan membuatmu segar. Tertarik mencobanya di rumah?

Salurkan Donasi

  • Bagikan
Exit mobile version